Bamsoet Dorong Polri, TNI & BIN Gencarkan Operasi Antiteror

Rabu, 11 Juli 2018 – 07:07 WIB
Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo lagi-lagi mengingatkan Polri, TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memastikan keamanan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Bamsoet -panggilan kondangnya- menyatakan penyelenggaraan pesta olahraga negara-negara di Asia itu steril dari ancaman teroris.

“DPR mendorong Polri, TNI dan BIN meningkatkan intensitas operasi untuk melumpuhkan sekaligus mengeliminasi ancaman dari sel-sel teroris,” ujarnya di Jakarta, Selasa (10/7).

BACA JUGA: Asian Games 2018: Bekasi Perketat Aturan Hiburan Mala

Mantan ketua Komisi Hukum DPR itu menambahkan, ada hal khusus yang perlu jadi perhatian aparat keamanan. Yakni  insiden ledakan bom ikan di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur pekan lalu.

Menurutnya, insiden itu menjadi bukti tentang masih adanya sel-sel teroris yang aktif dan terus mengintai. Bamsoet menyebut aktivitas sel-sel teror tampak dari temuan yang memperlihatkan pemilik bom Pasuruan merupakan anggota jaringan teroris.

BACA JUGA: Saran Bamsoet Atasi Radikalisme di Masjid Lembaga Pemerintah

Pemilik bom Pasuruan, kata Bamsoet, memiliki latar belakang sebagai mantan narapidana teroris yang bebas dari penjara Cipinang pada 2015. Selanjutnya, pelaku bom pasuruan berafilias dengan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Depok dan Medan. “Serta diduga terlibat ledakan bom sepeda di Kalimalang pada 2010,” sebut Bamsoet.

Berdasar catatan itu, kata Bamsoet, pemilik bom Pasuruan diduga berinteraksi dengan rekan-rekannya sesama anggota jaringan teroris. “Kemungkinan inilah yang harus diwaspadai bersama,” katanya.

BACA JUGA: Sandi Pastikan Gusur PKL di Trotoar Kawasan Asian Games

Bamsoet menambahkan, teroris selalu mencari momentum untuk beraksi. Misalnya, terduga teroris yang ditembak mati di flyover Pamanukan, Subang, Jabar pada 22 Juni 2018 lalu diduga berencana melakukan teror saat pencoblosan Pilkada Serentak 2018.

Sedangkan Asian Games ke-18 yang akan dibuka pada 18 Agustus 2018 bakal dihadiri delegasi dari 45 negara peserta dengan jumlah atlet mencapai 16 ribu orang. Pada momentum seperti Asian Games itulah para teroris mencoba mencari cara dan peluang untuk melancarkan aksinya.

“Dengan beraksi di arena atau pesta-pesta besar seperti Asian Games, para teroris berharap aksinya mendapatkan perhatian dari komunitas internasional. Keamanan penyelenggaraan Asian Games 2018 benar-benar menjadi pertaruhan bagi Indonesia,” katanya.(jpg/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sandiaga Akan Tertibkan PKL di Penyelenggaraan Asian Games


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler