Bamsoet Minta Kepolisian segera Tindak Tegas Joseph Paul Zhang

Minggu, 18 April 2021 – 21:07 WIB
Ketua MPR MPR RI Bambang Soesatyo. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta aparat kepolisian segera menindak tegas Joseph Paul Zhang, terduga penistaan agama dan Nabi Muhammad SAW.

Joseph Paul Zhang telah dilaporkan berbagai pihak atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian Pasal 45A Ayat 2 Juncto Pasal 28 Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Penistaan Agama Pasal 156A KUHP. 

BACA JUGA: Fraksi PKS: Tangkap Jozeph Paul Zhang, Umat Islam jangan Terpancing

"Saya telah bertemu dengan sejumlah tokoh lintas agama. Saya sudah kontak Sekjen PGI Pendeta Gomar Gultom dan Romo Benny Susetyo. Kami sepakat meminta dan mendesak aparat berwajib bergerak cepat mengamankan Joseph agar segera diproses hukum," kata Bamsoet di Jakarta, Minggu (18/4).

Menurut dia, hal itu selain memastikan penegakan hukum, juga untuk kondusivitas masyarakat tetap terjaga dengan baik.

BACA JUGA: Bareskrim Polri: Sejak 2018, Jozeph Paul Zhang Sudah Tidak Ada di Indonesia

"Jangan sampai ketenangan masyarakat serta kerukunan antarumat beragama terganggu akibat ulah Joseph," ujar Bamsoet.

Ketua ke-20 DPR RI ini menilai perbuatan Joseph yang menantang warga melaporkannya ke polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26, termasuk tindakan provokatif yang memecah belah bangsa.

BACA JUGA: Gandeng Interpol, Polri Akan Terbitkan DPO untuk Pria Mengaku Nabi ke-26

Menurut mantan ketua Komisi III DPR RI ini, hal itu merupakan sebuah bentuk arogansi yang sangat tidak terpuji. 

"Entah apa motif yang bersangkutan membuat kehebohan yang sangat tidak mendidik di media sosial," ungkapnya.

Yang pasti, lanjut Bamsoet, polisi harus segera menyambut tindakan arogan dari yang bersangkutan, agar menjadi pelajaran bagi pihak lainnya. "Supaya tidak membuat tindakan serupa," jelas Bamsoet. 

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan warga agar tetap tenang.

Jangan terprovokasi dan main hakim sendiri, biarkan aparat kepolisian menjalankan tugasnya sehingga Joseph dapat mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan hukum. 

Dia menyatakan sosok seperti Joseph sama sekali tidak mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang menghormati perbedaan dan saling menghargai antarumat beragama.

"Namun, itu juga bukan alasan bagi masyarakat untuk melakukan tindakan main hakim sendiri. Biarkan hukum yang bicara," ungkap Bamsoet.

Ketua umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menyatakan sikap saling menghormati sesama pemeluk agama adalah kunci terciptanya kerukunan antar umatberagama.

Dalam pembukaaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 29 Ayat 2 disebutkan bahwa "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya."

Oleh karena itu, lanjut Bamsoet, sebagai warga negara sudah sepatutnya menjunjung tinggi sikap saling toleransi antarumat beragama dan menghormati demi keutuhan negara.

"Seluruh warga negara dan negara harus senantiasa hadir dalam upaya menjaga kemajemukan bangsa. Dengan melihat kebhinnekaan sebagai kekayaan yang menyatukan, bukan perbedaan yang memisahkan," kata Bamsoet.

Wakil ketua umum Pemuda Pancasila ini  menambahkan sebagai mahluk sosial, persinggungan antarindividu mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri dalam kehidupan beragama sangat mungkin terjadi.

Kasus penistaan agama bukan sekali terjadi. Namun, dengan adanya rasa toleransi yang tinggi antarumat beragama, kasus penistaan agama bisa diredam untuk tidak menjadi pertikaian antaragama.

Menurutnya, bila masih ada pemikiran dan tindakan yang selalu mempermasalahkan perbedaan agama, tindakan itu sudah sangat ketinggalan zaman.

Dia menegaskan bukan saatnya lagi bangsa Indonesia mempertentangkan perbedaan.

Indonesia yang sesungguhnya adalah Indonesia yang menjaga perbedaan dan keberagaman. Indonesia yang memelihara kekayaan-kekayaan yang Tuhan anugerahkan kepada kita semua," pungkas Bamsoet. (*/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler