Bamsoet: Pernah Masuk Bui tak Membuat Ahmad Dhani Jera

Minggu, 11 Oktober 2020 – 19:54 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat bikin vlog dengan Ahmad Dhani, Minggu (11/10). Foto: Humas MPR RI.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengunjungi kediaman musisi yang kini aktif di dunia politik Ahmad Dhani Prasetyo. Selain sebagai wakil sekretaris jenderal DPP Partai Gerindra 2020-2025, pria berkepala plontos itu juga punya sejumlah usaha.

Nah, ketika menyambangi kediaman Ahmad Dhani, Bamsoet terkagum-kagum dengan koleksi barang antik yang menghiasi berbagai sudut rumah suami Mulan Jameela itu.

BACA JUGA: Berani Memaksa Jokowi Berubah Pikiran? Itu Bodoh dan Konyol

 

Ada banyak koleksi barang antik yang dijumpai Bamsoet di rumah Ahmad Dhani. Mulai meja kayu klasik perpaduan Eropa dengan Indonesia, kursi antik Jawa, lukisan litografi, foto klasik Ka'bah, foto Bung Karno, foto dan lukisan Hamengku buwono I-IX, Paku Buwono I-X, hingga berbagai benda peninggalan kolonial Belanda.

BACA JUGA: Bamsoet: Kemampuan Modifikator Indonesia Tak Kalah dengan Luar Negeri

"Siapa yang tak kenal Ahmad Dhani. Pendiri dan pemimpin grup musik Dewa 19 yang merupakan salah satu band paling sukses sepanjang dekade 1990-an dan 2000-an," kata Bamsoet usai Ngevlog (bikin video blog-red) bersama Ahmad Dhani untuk konten kanal Youtube Bamsoet Channel, di kawasan Pondok Indah Jakarta, Minggu (11/10).

 

BACA JUGA: Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat, Ossy: Kosong dong Sekarang

Selain itu, kata mantan ketua DPR itu, Dhani juga pencipta lagu dan telah mencetak beragam karya yang berhasil mengorbitkan banyak penyanyi dan grup musik. Namun, belakangan dia mulai merambah dunia politik.

"Walaupun pernah masuk bui karena politik, namun dia tak jera. dia sebut itu hadiah. Jika baginya musik adalah panggilan jiwa, maka politik tak ubahnya seperti pelepas dahaga," lanjut legislator Partai Golkar ini.

Menurut Bamsoet, langkah Ahmad Dhani bergabung dengan partai politik seharusnya juga diikuti berbagai musisi. Dalam dunia demokrasi, seperti halnya di Amerika atau berbagai negara besar lainnya, bukan hal yang aneh jika musisi terlibat dalam kegiatan politik praktis.

Apalagi, kata politikus kelahiran Jakarta, 10 September 1962 ini, salah satu cara melakukan perubahan tercepat tak lain dengan masuk ke partai politik. Di sana, setiap orang bisa menyalurkan aspirasi sehingga partai politik menjalankan apa yang ingin diperjuangkan.

"Karena dalam alam demokrasi, partai politik lah yang pada akhirnya menentukan kebijakan pembangunan untuk bangsa dan negara. Karenanya tak ada yang salah dengan masuk partai politik. Yang salah justru jika generasi bangsa abai terhadap politik," ucapnya,

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, di balik berbagai kontroversi yang menyertainya, Ahmad Dhani adalah sosok ayah yang sangat mencintai putra-putrinya. Bahkan bagi Dhani, dalam hidup ini bukan anak-anak yang membutuhkan dirinya. Melainkan dirinyalah yang membutuhkan anak-anak.

Bamsoet menyebut tidak banyak sosok ayah yang bisa mencintai anak-anak seperti Ahmad Dhani. Di tengah berbagai kesibukan di dunia musik dan kini terjun ke politik, musisi kelahiran Surabaya, 26 Mei 1972 itu tak pernah lupa menghabiskan waktu bersama keluarga.

"Melihat Dhani bersama anak-anaknya, kita akan tahu bahwa di balik sikap keras dirinya dalam berdebat maupun memperjuangkan aspirasi, jauh di dalam hatinya, ia adalah sosok lovely man," puji Bamsoet.

Namun kini, tukas Bamsoet, Ahmad Dhani yang ditemuinya jauh lebih tenang dan tidak meledak-ledak.

 Sebelumnya, pria yang pernah menikah dengan Maia Estianty itu dikenal cukup vokal dalam menyuarakan kritikan terhadap kebijakan pemerintah.

Ketika disinggung Bamsoet soal UU Cipta Kerja yang aksi penolakannya bikin heboh di jalanan maupun jagat maya, Ahmad Dhani sembari tersenyum mengatakan bahwa dirinya menghargai kebijakan yang telah diputuskan partainya.(jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler