Bamsoet: Seharusnya Tak Ada Lagi Meributkan Pendirian Rumah Ibadah

Rabu, 26 Februari 2020 – 20:35 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan panitia PST GPIB 2020. Foto: dok pribadi for jpnn

jpnn.com, BOGOR - Ketua MPR Bambang Soesatyo, mengatakan rakyat Indonesia telah membangun toleransi sejak ratusan tahun lalu. Dari pengalaman tersebut, seharusnya tak ada lagi pihak yang mempersoalkan pendirian rumah ibadah. 

"Seharusnya tidak ada lagi yang meributkan orang membangun gereja dan rumah ibadah, karena itu persoalan pribadi dengan Tuhan. Seharusnya saling membantu dan mengembangkan toleransi," ujar Bambang Soesatyo saat membuka Persidang Sinode Tahunan (PST) Gereja Prostestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) 2020 di Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/2).

BACA JUGA: Bamsoet Apresiasi Capaian Kinerja Tahunan Mahkamah Agung

Pria yang karib disapa Bamsoet ini juga menyinggung soal kemajuan teknologi yang kerap disalahgunakan. Misalnya, masih ada pihak-pihak tertentu yang menyebarkan hoaks dan provokasi. Kondisi yang ada jika dibiarkan dapat mengubah bangsa yang selama ini dikenal ramah menjadi pemarah.

Oleh karena itu, Bamsoet mengajak segenap umat GPIB mau menyaring informasi yang tidak benar. Bukan malah ikut menyebarkannya.

BACA JUGA: Bamsoet Berikan Bantuan Perahu Karet untuk Evakuasi Korban Banjir

"Hati-hati dalam memposting sesuatu hal, dilihat dulu baik buruknya," kata Bamsoet.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, dalam kesempatan yang sama menegaskan, tidak menoleransi hal-hal yang mempertentangkan hubungan sosial di wilayahnya, termasuk soal agama. 

BACA JUGA: Gegara IMB Rumah Ibadah, Kemenag Langganan Didemo Warga

"Kita sudah punya Pancasila yang jadi pedoman bersama. Mari sama-sama kita ikuti. Mari membangun komunikasi agar tercipta kesepahaman. Dengan begitu, kerukunan bisa dinikmati bersama," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Sinode GPIB Pdt Paulus Kariso Rumambi menyatakan, dalam PST GPIB kali ini akan dibicarakan banyak hal. Mulai dari evaluasi pelaksanaan program 2019-2020, penyusunan program kerja dan anggaran untuk 2020-2021, termasuk langkah-langkah membangun dialog GPIB dengan berbagai pihak. 

Hal senada dikatakan Ketua Panitia Pelaksana Pdt Sonya Ansye Medyarto Sitaniapessy. Ia berharap kegiatan kali ini bakal menghasilkan banyak hal positif, utamanya untuk program GPIB ke depan.

PST GPIB 2020 berlangsung 26-29 Februari 2020, diikuti 685 peserta sebagai utusan seluruh GPIB yang ada di 26 provinsi. (gir/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler