Bamsoet Terima Telepon Ketua Parlemen Turki, Bilang Begini Soal Palestina

Jumat, 23 Juli 2021 – 13:33 WIB
Dokumentasi - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meluncurkan dua buku berjudul Solusi Jalan Tengah dan Jurus Empat Pilar. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima telepon dari Ketua Parlemen Turki Mustafa Sentop pada Jumat (23/7).

Dalam pembicaraan lewat telepon pria yang akrab disapa Bamsoet ini menegaskan bahwa Indonesia secara konsisten mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk memperoleh kemerdekaan.

BACA JUGA: Ayo, Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak Sebelum Terlambat

Menurut Bamsoet dukungan ditunjukkan Indonesia melalui berbagai forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Gerakan Non-Blok (GNB).

Indonesia juga secara konsisten berpegang teguh pada amanah konstitusi yang menentang berbagai bentuk penjajahan di muka bumi.

BACA JUGA: Moeldoko: Itu Tuduhan Mengawur dan Menyesatkan!

Ditegaskan pula bahwa dukungan Indonesia kepada Palestina merupakan amanat konstitusi dan berada di jantung politik luar negeri Indonesia.

"Oleh karena itu, pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina dan menempatkan isu ini sebagai salah satu isu prioritas kebijakan luar negeri Indonesia," ujar Bamsoet.

BACA JUGA: Siap-siap, TNI Bakal Mendatangi Daerah-daerah Pinggiran Jakarta!

Bamsoet juga mengatakan bahwa bangsa Indonesia melihat akar masalah konflik Israel dan Palestina adalah penjajahan yang belum berakhir.

Selain itu, Bangsa Indonesia juga melihat konflik di Palestina merupakan perang asimetris antara penjajah dan pihak yang dijajah.

Menurut dia, eskalasi kekerasan di Palestina dan Israel di pertengahan Mei 2021 dipicu pengusiran paksa di wilayah Sheikh Jarrah oleh Israel, merupakan contoh manifestasi penjajahan dan perampasan hak-hak rakyat Palestina oleh pihak Israel.

"Dalam peristiwa tersebut, lebih dari 270 warga Palestina menjadi korban jiwa, termasuk 70 di antaranya anak-anak," kata Bamsoet.

Menurut Bamsoet, masalah perbatasan dan permukiman ilegal selama ini merupakan konflik Israel dan Palestina yang harus segera dipecahkan.

Dia menilai Israel selama ini telah melakukan creeping annexation yang berjalan selama bertahun-tahun.

Karena itu, Indonesia menolak permukiman Israel di Tepi Barat karena bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB.

"Khususnya, Resolusi 2334 dan kesepakatan internasional lainnya yang menyatakan pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat sebagai tindakan ilegal," katanya.

Dalam setiap kesempatan, kata Bamsoet, Indonesia selalu menyuarakan dukungan terhadap two-state solution berdasarkan sejumlah Resolusi PBB dan parameter internasional yang disepakati bersama.

Selain itu, Indonesia juga senantiasa menekankan perlunya sikap berimbang dari masyarakat internasional dalam membantu Palestina dan mendorong proses perdamaian.

"Termasuk mencegah aneksasi dan permukiman ilegal oleh Israel. Serta mendorong penyaluran bantuan kemanusiaan kepada Palestina, khususnya di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini," pungkas Bamsoet.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler