Bandar Sabu Kampung Kubur Ditangkap, Polisi Dicaci-maki

Jumat, 17 Mei 2013 – 09:40 WIB
MEDAN-Untuk kesekian kalinya, Kampung Kubur yang dikenal sebagai lokasi peredaran narkoba terbesar di Kota Medan, digrebek. Kali ini, ratusan personil dari Polda Sumut bersama Brimobda Sumut memasuki kampung kubur Jl. Taruma sekira pukul 17:00 wib.

Dari razia tersebut, petugas mengamanakan seorang pria Amran Ali (36) asal Tanjung Pura, yang dikabarkan sebagai bandar narkoba yang dermawan di Kampung Kubur. (16/5)

Tak mudah bagi petugas untuk mengeluarkan Amran dari Kampung Kubur. Pasalnya ratusan warga berkerumun menghalang-halangi petugas untuk membawa pria yang dikenal dermawan dan baik dilingkungannya itu. Teriakan dan lontaran caci maki terdengar keras di sekitar lokasi yang hanya merupakan jalanan setapak.

Kewalahan, selama berjam-jam petugas menahan Amran dirumah lantai II No 74 bercat hijau dan menginterogasinya di dalam sembari menunggu personil Brimob tiba ke lokasi untuk membantu evakuasi bandar sabu tersebut.

"Kalian ngapain mau nangkap-nangkap dia, dia orang baik itu. Dia mau membantu warga di sini." Teriak seorang warga yang kesal dengan kehadiran Polisi.

Sementara itu, terlihat pula istri Amran bernama Nazia (35) terus menangis seakan tak terima jika suaminya harus dibawa Polisi. Suasana haru sempat dipertontonkan di lokasi, dimana dengan mesra Nazia memeluk suaminya sebagai pertanda merelakan sang suami dibawa Polisi. "Abang, kenapa abang. Kayak mana ini bang," kata Nazia seraya menangis.

Petugas pun membawa Amran keluar dari Kampung Kubur. Namun petugas mendapat perlawanan warga berupa aksi pelemparan bangku, dan batu.

Melihat itu, petugas dengan cepat berlari membawa Amran yang merupakan bandar sabu di Kampung Kubur. "Kejar Polisinya, lemparin aja. Macam betul aja lama-lama" teriak seorang pria yang turut mengejar petugas yang berhamburan keluar dari Kampung Kubur.

Tak hanya petugas, seorang pria bertubuh kecil, berkulit hitam turut dikejar warga. Pasalnya warga menduga jika pria tersebut merupakan kibus sehingga Amran tertangkap. Tak mau konyol, pria yang saat itu mengenakan celana pendek hijau dan kaos merah lari dengan sepeda motor berboncengan dengan seorang pria.

"Itu kibusnya, gara-gara dia ini semua. Kami tandai dia itu," kata seorang warga geram.

Upaya penghalang-halangan warga ternyata beralasan. Sosok Amran yang dikenal cukup ramah, baik dan dermawan membuat warga seakan tak rela jika harus berpisah dengan Arman.

"Dia itu baik kali, dia suka bagi-bagi sama warga sini. Dermawan kali dia itu. Semua warga sini kenal sama dia, semua bilang dia baik," kata Nisa tetangga Amran.

Amran akhirnya diboyong ke Polda Sumatera Utara dengan mobil escudo hitam milik petugas. Berdasarkan keterangan, dari hasil penggrebekan tersebut petugas hanya mengamankan 20 gram sabu dari kediaman Amran.

Kepada POSMETRO (Grup JPNN), bapak 3 anak ini mengaku mendapatkan sabu tersebut seharga Rp 800 dari seorang berinisial RB. "Aku beli dari dia, harga Rp 800. Aku biasa jual Rp 1 juta. Sudah 4 tahun aku jualan sabu," katanya saat akan digiring petugas.

Sementara itu, Dir Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan mengatakan jika Amran Ali merupakan target operasi. Begitu mengetahui keberadaan Amran, pihaknya langsung berusaha melakukan penangkapan.

Semula sebanyak 8 personil dari Dit Narkoba Polda Sumut dikerahkan untuk menangkap Amran, namun karena warga melakukan perlawanan pihaknya meminta bantuan 100 personil Brimob.

"Yang bersangkutan sudah lama menjadi target. Tadinya ada 8 anggota yang akan menangkapnya, namun karena warga menghalang-halangi, maka 100 personil Brimob turut dikerahkan. Tersangka kita amankan dan akan diperiksa lebih lanjut lagi," terangnya. (wel)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua ABG Dicokok, Cabuli Siswi SMP

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler