Bang Adjie Siap Bersihkan Kampung Ambon dari Narkoba

Sabtu, 23 Juni 2012 – 16:36 WIB

CALON gubernur DKI Jakarta Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji mengaku sudah sering keluar masuk Kampung Ambon yang terkenal sebagai sarangnya bandar narkoba. Karenanya, ia tidak takut bila harus membasmi "kampung narkoba" itu.

Pernyataan ini disampaikan Hendardji di hadapan ratusan mahasiswa saat seminar menyambut HUT Kota Jakarta ke-485 bertajuk "Mau Dibawa Kemana Jakarta Lima Tahun ke Depan?" di Kampus Trisakti, Jumat (22/6). "Tentu saya berani. Mana sodorkan surat perjanjian itu, saya tanda tangani detik ini juga!" tegas Cagub yang akrab disapa Bang Adji ini menjawab pertanyaan mahasiswa.

Sebelumnya dalam sesi tanya-jawab, seorang mahasiswa Fakultas Hukum Trisakti menantang Bang Adji dengan sebuah pertanyaan yang intinya mengeluhkan keberadaan kampung narkoba yang terletak di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat itu. "Kalau Pak Hendardji jadi gubernur, beranikah bapak memberantas narkoba yang bersarang di Kampung Ambon dengan mendirikan pos-pos polisi di tiap gang kampung itu?" cecar mahasiswa.

Cagub dengan nomor urut 2 itu pun menceritakan pengalamannya menangani narkoba dan kriminalitas di Ibu Kota saat dirinya menjabat Komandan Polisi Militer Daerah Militer Jakarta Raya (Danpomdam Jaya). "Sejak tahun 1997, saya sudah terbiasa memberantas narkoba dan tawuran," tandas Hendardji yang juga mantan Danpuspom TNI ini.

Menurutnya, peredaran narkoba biasa bersarang di daerah yang "berkumis" (berantakan, kumuh dan miskin), meskipun banyak juga di tempat elit. Saat menjadi Danpomdam Jaya pula, Bang Adji terkenang peristiwa  reformasi 14 tahun silam ketika dirinya terlibat aktif mengamankan Ibu Kota, termasuk menangani tragedi di Trisakti. "Saat 12 Mei 1998 saya masuk kampus Trisakti karena diberitahu oleh Pak Sudi Silalahi, empat mahasiswa tewas tertembak," kenangnya.

Ditambahkannya, saat itu hanya dirinya yang bisa masuk kampus, sementara kebencian mahasiswa terhadap tentara demikian kental karena ulah orde baru waktu itu. "Alhamdulillah foto saya masih terpampang di Museum Trisakti. Kampus ini akan terkenang seumur hidup saya," imbuhnya.

Wakil Rektor III, Dr H I Komang Suka'arsana, SH, MH, mengakui sosok Hendardji sudah tidak asing bagi civitas akademika Usakti. "Pak Hendardji ini sudah tidak asing bagi warga Trisakti karena beliau tentara yang berani masuk kampus saat kejadian Mei 98. Tapi ini bukan kampanye loh," ujar Komang di hadapan ratusan audiens yang hadir. (dai/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Gubernur Jatim Sukarwo Diminta Maju di Pilpres 2014


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler