Bang Emrus Melakukan Survei, Lantas Menyampaikan Saran untuk Pemerintah

Sabtu, 06 Februari 2021 – 10:46 WIB
Pengamat politik Emrus Sihombing. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Pakar komunikasi Emrus Sihombing menyarankan pemerintah melakukan survei terhadap perilaku masyarakat terkait pelaksanaan protokol kesehatan karena kasus Covid-19 terus bertambah. 

"Melihat kasus Covid-19 masih terus bertambah, saya menyarankan agar dilakukan survei terhadap perilaku masyarakat terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan," kata Emrus, Sabtu (6/2). 

BACA JUGA: Saran dari Bang Emrus untuk Mengatasi Kemelut Partai Demokrat 

Dosen di Universitas Pelita Harapan itu pada Jumat (5/2) melakukan pengamatan di sebuah daerah. 

Berdasar penelusuran Emrus dari gang ke gang di sebuah kota di Indonesia kemarin itu, tidak sedikit ditemukan perilaku anggota masyarakat yang menarik untuk dikaji terkait ketaatan menggunakan protokol kesehatan. 

BACA JUGA: Mas AHY Jangan Lengah, Urusan Belum Selesai

Namun, Emrus berpendapat,  teknik pengumpulan data harus melalui observasi. 

Misalnya, menggunakan kamera video untuk merekam, langsung di lapangan agar bisa menjaring peristiwa natural, tidak dengan menyebarkan kuisioner. 

BACA JUGA: Berita Duka: Prof Firmanzah Meninggal Dunia

"Secara simultan juga dilakukan wawancara mendalam, mencari tahu mengapa demikian perilaku anggota masyarakat tersebut," ungkapnya.

Ia menambahkan hasil survei dan wawancara mendalam tersebut nantinya  dibuat menjadi dasar menyusun strategi komunikasi yang efektif menumbuhkan kesadaran, sikap dan perilaku taat protokol kesehatan.  

"Strategi komunikasi ini diimplementasi secara masif, terstruktur, sistematis, inovatif, kreatif, terus-menerus dan berkesinambungan antara narasi sebelumnya dengan narasi yang sedang dilontarkan dan narasi yang akan dilakukan ke depan, sebagai upaya yang juga strategis dalam rangka menurunkan jumlah kasus Covid-19," paparnya. 

Emrus menambahkan bila survei perilaku, pendalaman dan strategi komunikasi  belum dilakukan secara baik, ia berhipotesa dari aspek konsep dan teori komunikasi, kasus Covid-19 masih mengalami kendala untuk menurunkannya. (boy/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler