OSO: Saya Lebih Bangga jadi Orang Indonesia

Sabtu, 17 Juni 2017 – 23:04 WIB
Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) menggelar acara buka puasa bersama ribuan warga Kalimantan Barat di Rumah Adat Melayu, Kalbar, Sabtu (16/6). Foto: Boy/JPNN.com

jpnn.com, PONTIANAK - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO) sangat bersemangat menyampaikan pidato saat buka puasa bersama dengan warga Kalimantan Barat, di Rumah Adat Melayu, Kalbar, Sabtu (16/6).

OSO yang mengenakan kemeja putih dan berpeci hitam itu menegaskan sanggat bangga menjadi orang Kalbar. "Dan saya lebih bangga menjadi orang Indonesia," kata OSO di hadapan ribuan masyarakat Kalbar.

BACA JUGA: Ribuan Anak Yatim Buka Puasa Bersama OSO

OSO juga mengingatkan jangan pernah di Kalbar ini ada yang merasa sukunya lebih besar dari suku lainnya. “Kita sudah final dengan Pancasila, kita sudah selesai dengan asal usul, kita sudah selesai dengan warna kulit, kita sudah selesai dengan ideologi," kata dia.

OSO melihat masyarakat Kalbar semakin pintar dan cerdas. Karenanya, Oso meminta supaya jangan mau diprovokasi menjadi masyarakat yang rendah martabatnya.

BACA JUGA: DPD Dorong Penguatan Kerja Sama RI-Kuba

"Jangan. Kalian semua bermartabat, bertuhan. Jangan kita dibawa ke arah yang tidak benar," ungkap Oso.

Dia mengatakan, suku apa pun berada di dalam satu kesatuan RI. Sudah sekian lama bangsa Indonesia ini bersatu padu.

BACA JUGA: Bukbers Bareng Pak JK Bikin Tulus Kangen Kampung Halaman

"Jangan ada dusta di antara kita. Susah kita menyatukan bangsa. Jangan gara-gara kepentingan kelompok, lalu dihancurkan bangsa dan rakyat khususnya di Kalbar. Jangan mau, jangan pernah takut," kata Oso.

Dia mengajak untuk tidak takut dengan siapa pun. Tapi, tetap juga harus menjaga persatuan dan kesatuan Kalbar. "Jangan ada yang merasa besar, merasa hebat di Kalbar ini," tegasnya.

Oso menitip pesan kepada pimpinan daerah, tokoh, dan semua yang ada di Kalbar merajut kebersamaan untuk bangsa Indonesia.

"Buka untuk suku Indonesia. Ingat, damai adalah indah. Jangan pernah takut hadapi sesuatu yang bisa menghancurkan masyarakat Kalbar," katanya.

Sebentar lagi, kata Oso, akan ada banyak pemilihan kepala daerah di Kalbar. Karenanya, dia berharap masyarakat memilih orang yang betul-betul mempunyai kredibilitas, rekam jejak baik di kabupaten maupun kota.

"Bilamana salah pilih yang rugi bukan saya, tapi saudara-saudara sekalian," ujarnya.

Pilihlah pemimpin yang bertanggung jawab kepada rakyat Kalbar maupun Indonesia. Pilihlah orang yang betul-betul diyakini bahwa ia adalah tokoh mampu mengajak rakyat lebih makmur.

"Alhamdulillah, mestinya seperti ini rakyat Kalbar," tegasnya.

Lebih lanjut Oso juga mengajak untuk menumpas ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Menurut Oso, kehadiran ideologi terlarang bisa merusak rasa kebersamaan bangsa. "Ini harus kita hajar. Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika final," tegas putra daerah Kalbar kelahiran Sukadana, Kayong Utara, itu.(Boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kadin DKI Berbagi dengan 1000 Anak Yatim dan Kaum Duafa


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler