Bangun Apartemen dan Perkantoran, Intiland Kucurkan Rp 8 Triliun

Rabu, 23 Agustus 2017 – 23:05 WIB
Ilustrasi apartemen. Foto: Dite Surendra/Jawa Pos/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Sektor ritel dan properti paling terdampak penurunan konsumsi pada semester pertama tahun ini.

Karena itu, Intiland Development Tbk berupaya mengangkat pasar dengan mengenalkan proyek baru berupa kompleks apartemen dan perkantoran di pusat Jakarta.

BACA JUGA: Sekarang Saatnya Beli Apartemen

Proyek yang diberi nama Fifty Seven Promenade tersebut telah melakukan preselling. Namun, Intiland baru memaparkan ke media kemarin (22/8).

”Walaupun secara umum pasar sangat menantang, kami percaya konsumen membutuhkan properti yang unggul dari sisi lokasi dan aksesibilitas,” ujar Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono.

BACA JUGA: Orchard View, Apartemen Dua Tower Hadir di Batam

Proyek yang berada di lahan seluas 3,2 hektare tersebut terbagi dalam dua fase pengembangan.

Fase pertama adalah pembangunan dua tower di lahan seluas 1,3 hektare, yaitu City57 dan Sky57.

BACA JUGA: Borneo Bay Residence Tawarkan Unit Baru, Cicilan Rp 8 Juta Per Bulan

Tower City 57 akan dibangun setinggi 24 lantai. Sementara itu, tower Sky57 dibangun setinggi 49 lantai.

Selanjutnya, fase kedua adalah dua tower perkantoran, satu tower apartemen sewa, dan retail store di lahan seluas Rp 1,9 hektare.

”Nilai proyek pertama sekitar Rp 2,4 triliun. Untuk proyek kedua, bisa lebih besar lagi, antara Rp 4 sampai 6 triliun,” tambah Archied.

Intiland menargetkan meraih marketing sales hingga Rp 520 miliar dari dua proyek baru tersebut sampai akhir tahun ini.

Total target marketing sales Intiland pada tahun ini mencapai Rp 2,3 triliun. Hingga semester pertama, target itu telah terealisasi Rp 1,1 triliun.

Di Surabaya, Intiland juga berupaya meluncurkan proyek baru berupa residensial dan komersial di Darmo Harapan.

”Selain proyek-proyek baru, Intiland akan terus merilis pengembangan produk baru di proyek-proyek existing,” jelas Archied.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani mengakui kinerja sektor properti pada semester pertama tak cukup baik.

Karena itu, dia berharap developer dapat melakukan terobosan-terobosan untuk menggaet market pada semester berikutnya.

”Kami masih optimistis pemerintah bisa menciptakan dunia usaha yang kondusif sehingga pelaku usaha bisa berfokus memperbaiki kinerja pada semester kedua,” ujar ketua umum Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) tersebut. (agf/c25/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Intiland Terus Kembangkan Hunian di Lebak Bulus  


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler