Sekarang Saatnya Beli Apartemen

Selasa, 22 Agustus 2017 – 11:30 WIB
Ilustrasi apartemen. Foto: Pratidina/Radar Semarang/JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Harga apartemen di Surabaya tetap meningkat meski permintaan flat pada semester pertama 2017.

Senior Associate Director and Research Colliers International Ferry Salanto menyatakan, permintaan apartemen strata title didominasi investor.

BACA JUGA: Orchard View, Apartemen Dua Tower Hadir di Batam

Biasanya, mereka membeli beberapa apartemen sekaligus.

Kondisi itu tidak jauh berbeda dengan di Jakarta.

BACA JUGA: Borneo Bay Residence Tawarkan Unit Baru, Cicilan Rp 8 Juta Per Bulan

Alasan mereka membeli ialah untuk mendapat keuntungan dari sewa.

”Persoalannya, pasar sewa tidak bergerak. Salah satu penyewa yang diandalkan adalah ekspatriat,” ujar Ferry, Senin (21/8).

BACA JUGA: Terjual Separuh, BeSS Mansion Diyakini Ludes Akhir Tahun

Ketika permintaan dari ekspatriat mendatar, kenaikan harga apartemen hanya tumbuh empat persen jika dibandingkan dengan semester sebelumnya.

Padahal, dalam kondisi normal, kenaikan harga apartemen bisa 10–15 persen.

Karena permintaan stabil, kenaikan harga apartemen lebih disebabkan munculnya proyek baru yang harganya di atas proyek-proyek sebelumnya.

Harga apartemen di Surabaya juga dipengaruhi lokasi.

Pertumbuhan harga tertinggi berada di kawasan Surabaya Timur mencapai tujuh persen.

Harga apartemen di kawasan Surabaya Pusat justru terkoreksi minus 1,4 persen.

”Jadi, ini sebenarnya time to buy. Tapi, pasar harus tahu risk karena return (harga sewa) belum bagus,” jelas Ferry.

Data Colliers International menunjukkan, stok apartemen strata title pada semester pertama 2017 tumbuh 1.224 unit.

Dengan demikian, totalnya menjadi 28.887 unit.

Total unit apartemen di Surabaya akan meningkat menjadi 33.414 unit pada empat tahun ke depan.

Penambahan unit baru tersebut berasal dari 45 proyek baru dengan daerah favorit di Surabaya Timur dan Surabaya Barat.

Pengembang yang mendominasi pasokan apartemen adalah Pakuwon Group dengan proyek-proyek yang menyasar berbagai target pasar.

Lokasinya juga berpencar, mulai Surabaya Barat, Surabaya Timur, hingga Surabaya Pusat.

Selain itu, ada Puncak Group yang membidik segmen menengah ke bawah.

Pada semester pertama tahun ini, kontribusinya terhadap total pasokan sekitar 27 persen.

Sedangkan PT PP Properti diproyeksi berkontribusi delapan persen terhadap total suplai ke depan. (res/c6/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masih Ada Apartemen Rp 260 Jutaan di Jakarta, Berminat?


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler