Bangun Bandara Internasional Minangkabau, Waskita Gunakan Material Atap dari Kanada

Rabu, 11 Maret 2020 – 11:31 WIB
Waskita Karya. Foto: Waskita Karya

jpnn.com, JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengupdate perkembangan pembangunan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang, Sumatera Barat.

Project Manager BIM Sutrisno PS menjelaskan pada Selasa (10/3) kemarin sebagian gedung terminal baru akan difungsikan secara minimum sebagai terminal kedatangan domestik.

BACA JUGA: Peduli Pendidikan, Waskita Karya Bangun SDM Unggul

Adapun lingkup pekerjaan PT Waskita Karya untuk proyek ini mulai dari pekerjaan pondasi, pekerjaan struktur atas, dan pekerjaan arsitektur.

Lalu pekerjaan mekanikal, pekerjaan elektrikal, pekerjaan elektronika, pekerjaan interior dan signage, serta pekerjaan renovasi bangunan terminal eksisting.

BACA JUGA: Pelindo III dan Waskita Karya Bagikan 1.000 Injil di Kupang

“Terdapat keunggulan dalam penggunaan material di bangunan terminal baru yaitu material yang digunakan adalah material atap bitumen yang diimpor dari Kanada. Kemudian juga ada peningkatan kualitas dari gedung terminal lama,” kata Sutrisno.

Selain itu material yang digunakan adalah Bubble Foil Air Radiant Shield dengan spesifikasi alumunium foil + bubble 4 mm + alumunium foil, hollow besi 4x4 cm, multipleks tebal 9 mm, IKO Stormtite sebagai underlayer, dan IKO Marathon 20.

BACA JUGA: Triwulan III 2019, Waskita Karya Garap Kontrak Baru Rp 15,12 Triliun

Sutrisno menjelaskan, penggunaan material bubble foil ini dikarenakan resisten terhadap HCL dan NaCL serta memiliki 100 persen maksimum thermal reflective durable, sehingga mengurangi suhu panas yang masuk ke dalam gedung.

“Bubble foil ini juga memiliki daya tahan material yang sangat tinggi. Sedangkan IKO Marathon 20 ini memiliki keunggulan antibocor, fleksibel, ringan, tidak mudah terbakar dengan sertifikasi class ‘A’ fire resistance rating, dan bergaransi 20 tahun,” jelas Sutrisno.

Material yang digunakan di proyek ini sangat memenuhi persyaratan untuk bangunan terminal Bandara Internasional Minangkabau yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera yang lokasinya berdekatan dengan daerah pantai dengan rentang kecepatan angin yang cukup tinggi.

Proyek Terminal BIM dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas penumpang dari bandar udara eksisting yang semula dapat melayani 3,2 juta penumpang per tahun menjadi 5,7 juta penumpang per tahun.

Untuk luas bangunan gedung terminal eksisting semula adalah 20,587 m² kemudian diperluas dengan menambahkan gedung terminal baru seluas 25.725 m² sehingga luas total bangunan bandara menjadi 46.312 m².

“Progres pembangunan terminal baru sampai dengan saat ini adalah 83 persen dan renovasi bangunan terminal eksisting belum dikerjakan karena menunggu gedung terminal baru dioperasikan. Pelaksanaan renovasi terminal eksisting akan dilaksanakan secara parsial dengan memindakan pelayanan dari gedung terminal lama ke gedung terminal baru," papar Sutrisno.

Sebelumnya, Pembangunan Bandara Internasional Minangkabau ini dimulai pada 17 September 2018 dengan dua tahapan pekerjaan.

Tahap 1 adalah pembangunan gedung terminal baru dan tahap 2 adalah renovasi gedung terminal eksisting.(chi/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler