Banjir Merendam 67 Sekolah di Aceh Tamiang, Kegiatan Belajar Mengajar Dihentikan Sementara

Sabtu, 05 November 2022 – 21:30 WIB
Seorang anak berjalan menerobos genangan air di depan sekolah yang terendam banjir di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (1/11/2022). ANTARA/Dede Harison

jpnn.com - BANDA ACEH - Banjir merendam 67 sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara.

BACA JUGA: Sukarelawan Mak Ganjar Dirikan Dapur Umum Untuk Korban Banjir di Langkat

"Sesuai data yang diterima dari Dinas Pendidikan Kebudayaan, ada 67 sekolah terendam banjir. Terdiri 47 SD dan 20 SMP," kata Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Agusliayana Devita di Aceh Tamiang, Sabtu (5/11).

Dia mengatakan kegiatan belajar dan mengajar untuk sementara dihentikan sampai kondisi di sekolah normal.

BACA JUGA: Banjir Melanda Desa Alue Canang Aceh Timur, 3 Rumah Rusak

Jumlah sekolah yang menghentikan aktivitas belajar mengajar karena banjir kemungkinan bisa bertambah atau berkurang tergantung kondisi di lapangan.

Saat ini, ujar dia, pihak sekolah menginstruksikan meliburkan aktivitas belajar mengajar sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

BACA JUGA: Santri Dukung Ganjar Sumut Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir di Kabupaten Serdang Bedagai

“Apalagi rumah peserta didik juga terkena dampak banjir," kata Agusliayana.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang Kairuddin mengatakan pihaknya mengizinkan penghentian aktivitas belajar mengajar di wilayah terdampak banjir. "Sifatnya situasional saja. Kalau ada sekolah banjir atau masyarakat mengungsi, kami izinkan, tetapi tidak ada instruksi libur," katanya.

Menurut Kairuddin, sekolah yang lokasinya berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS), rata-rata terendam banjir.

Dia mengatakan banjir akibat luapan sungai yang dipicu hujan deras ini terjadi sejak beberapa hari terakhir.

"Laporannya, di wilayah hulu ada sekolah libur. Sekolahnya tidak semua kena banjir, tetapi anak-anak tidak bisa sekolah karena rumahnya kena banjir. Seperti juga Tenggulun, sekolah tidak banjir, tetapi jalan ke sekolah banjir, sehingga tidak bisa dilewati," kata dia.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Mursil menetapkan bencana banjir yang melanda kabupaten tersebut sebagai status tanggap darurat banjir. Status tanggap darurat banjir selama 14 hari terhitung 31 Oktober 2022. Masa berlaku tanggap darurat banjir dapat diperpanjang ataupun diperpendek sesuai kebutuhan pelaksanaan penanganan darurat bencana di lapangan. (antara/jpnn0


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler