Bank BJB Raih Penghargaan The Best IT for BPD Company 2020

Minggu, 08 November 2020 – 17:57 WIB
Bank BJB raih penghargaan The Best IT for BPD Company 2020. Foo: Bank BJB

jpnn.com, BANDUNG - Bank BJB dinobatkan sebagai peraih penghargaan The Best IT for BPD Company 2020 dalam ajang Indonesia Information Technology Award (IITA) III 2020.

Penghargaan hasil kerja sama Economic Review, Prasetiya Mulya University, Indonesia-Asia Institute, Wisesa Consultant, PPPI, dan Ideku Group ini diterima oleh Pemimpin Divisi Information Technology Anthonius Satriyo Wibowo lewat Zoominar pada Jumat (11/5).

BACA JUGA: Bank BJB Salurkan Bantuan Kemanusiaan Kepada Pengelola Panti Yatim

Penghargaan itu berkat transformasi digitalisasi layanan perbankan yang sedang gencar-gencarnya dilakukan Bank BJB untuk merespons perkembangan zaman dan kebutuhan nasabah.

Berbagai inovasi terus dipersembahkan perseroan demi menawarkan pengalaman bertransaksi yang lebih mudah dan praktis dalam rupa pembaruan, maupun kehadiran layanan baru.

BACA JUGA: Bank BJB Konsiten Menjaga Tren Pertumbuhan Positif Selama 2020

Langkah ini, terbilang berhasil mengatrol performa usaha Bank BJB yang salah satunya diukir lewat sumbangsih peningkatan fee based income perseroan.

Keberhasilan digitalisasi layanan ini juga turut berkontribusi terhadap kesuksesan Bank BJB dalam mencatatkan tren pertumbuhan positif di tengah tantangan usaha akibat pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Serangan Baru Ferdinand kepada Anies Baswedan, dari Banjir hingga Utang

Direktur Information Technology, Treasury & International Banking Bank BJB Rio Lanasier mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi nyata yang diberikan oleh para pakar dan profesional kepada perusahaannya.

Di sisi lain, sebagai pembuktian bahwa strategi pengembangan inovasi teknologi yang dilakukan bank bjb terbilang efektif dalam mengerek performa bisnis Bank BJB.

"Keberhasilan Bank BJB meraih hasil memuaskan dalam pengembangan teknologi perbankan digital dapat diperoleh berkat kejelian perusahaan dalam melihat perkembangan terkini tren penggunaan teknologi di tengah masyarakat," katanya dalam keterangan yang diterima pada Minggu (8/11).

"Susunan strategi yang dirancang perseroan pada akhirnya sanggup mengubah tantangan perkembangan zaman menjadi peluang untuk mengembangkan usaha, yang juga didukung oleh perhitungan dan proyeksi matang sesuai kebutuhan, serta eksekusi yang efektif," lanjut Rio.

Penghargaan IITA III 2020 ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang telah membangun rencana strategis pengembangan IT dengan baik dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

IITA III 2020 tidak hanya menilai faktor keterkinian IT yang ada pada sebuah perusahaan namun juga memastikan keberadaan perangkat teknologi tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Sumbangsih keandalan perangkat teknologi ini terbilang cukup signifikan dalam postur pertumbuhan perusahaan. Secara gradual, pendapatan berbasis komisi Bank BJB bertumbuh sepanjang tahun 2020. Pertumbuhan ini seiring sejalan dengan kemampuan bank tersebut mengembangkan skala bisnis.

Hingga Triwulan III 2020, Bank BJB secara konsolidasi berhasil memperoleh laba bersih Rp 1,2 triliun atau tumbuh sebesar 5,9 persen year-on-year (y-o-y). Pertumbuhan laba tersebut diikuti aset yang juga tumbuh 19,4 persen y-o-y, dan kredit dengan pertumbuhan 8,7 persen y-o-y.

Ri menyebutkan, ragam perolehan positif ini tidak bisa dilepaskan strategi ulung perseroan yang fokus berinvestasi pada pengembangan infrastruktur digital sejak awal tahun.

Digitalisasi layanan perbankan ini meliputi pembaruan pada rumah aplikasi mobile banking bjb DIGI, penyertaan teknologi QRIS, dan kelahiran uang elektronik perseroan bjb DigiCash.

"Kondisi ini juga dipengaruhi perubahan pola transaksi masyarakat di mana pandemi COVID-19 memaksa nasabah perbankan untuk bermigrasi menggunakan platform digital banking untuk memenuhi kebutuhan transaksi," jelasnya.

Langkah digitalisasi ini membuahkan hasil yang sangat positif saat situasi pandemi Covid-19, di mana transaksi digital Bank BJB akan menggenjot perolehan fee based income yang diproyeksikan bakal tumbuh di kisaran 35 persen - 40 persen secara tahunan.

Bank BJB juga akan terus menginvestasikan capital expenditure (capex) dan operating expenditure (opex) untuk pengambangan teknologi perbankan demi mempersiapkan diri menghadapi tantangan bisnis yang akan datang.(*/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler