Bank Dunia Bakal Alokasikan Dana USD 2 Miliar untuk Vaksinasi Covid-19 Negara Berkembang

Sabtu, 10 April 2021 – 15:10 WIB
Kelompok Bank Dunia berkomitmen akan mendanai vaksinasi Covid-19 di sekitar 40 negara berkembang. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, WASHINGTON - Kelompok Bank Dunia berkomitmen akan mendanai vaksinasi Covid-19 di sekitar 40 negara berkembang.

Direktur Pelaksana Operasi Bank Dunia Axel van Trotsenburg mengatakan alokasi dana sekitar USD 2 miliar dolar AS pada akhir April.

BACA JUGA: Bank Dunia: Negara-negara Harus Ambil Tindakan untuk Lindungi Penduduknya

Menurut dia, dana itu bagian dari kumpulan yang telah disediakan Bank Dunia secara keseluruhan untuk pengembangan, distribusi, dan produksi, vaksin di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dan berjumlah.

"Sekitar USD 12 miliar," kata van Trotsenburg pada forum Bank Dunia, Jumat (10/4).

BACA JUGA: Bank Dunia Tak Menyangka Ekonomi China Bangkit Secepat Ini

Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan dalam sambutan terpisah mengharapkan komitmen ini diperluas menjadi USD 4 miliar 50 negara pada pertengahan tahun.

Hal itu disampaikan kepada komite pengembangan pemberi pinjaman.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan vaksin yang ada dapat menjadi tidak efektif jika virus terus menyebar dan bermutasi.

Pejabat kesehatan masyarakat di forum yang sama memperingatkan vaksinasi Covid-19 tidak akan sukses jika kecepatan program tersebut tidak meningkat di negara berkembang.

“Bahkan negara-negara yang cakupan vaksinnya tinggi tidak akan aman karena varian-varian baru yang mungkin tidak bisa dihentikan oleh vaksin yang kita miliki, akan menyerbu negara-negara yang cakupannya, bahkan mungkin 100 persen dalam beberapa bulan,” jelas Ghebreyesus.

Tedros menyerukan lebih banyak kemauan politik untuk meningkatkan produksi vaksin Covid-19 dan berbagi pasokan.

Salah satunya pada pengabaian Aspek Kekayaan Intelektual Terkait Perdagangan WTO atau TRIPS adalah "gajah di dalam ruangan" yang menahan produksi vaksin.

Dia menambahkan hal itu dimaksudkan untuk keadaan darurat seperti pandemi Covid-19.

“Kami belum pernah melihat keadaan darurat seperti ini dalam hidup kami. Jika kita tidak bisa menggunakannya sekarang, lalu kapan kita akan menggunakannya? ” Tanya tedros.

Dia menegaskan, penyebab dari semua kemacetan ini adalah kurangnya kemauan politik. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler