Bank Indonesia Gandeng Kemendikbud, Mahasiswa Bisa Bekerja di BI

Senin, 24 Agustus 2020 – 17:27 WIB
Bank Indonesia. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberikan kesempatan bagi mahasiswa Perguruan Tinggi di Indonesia untuk mengikuti program integrasi yang telah dirancang, yang meliputi aktivitas pembelajaran, proyek penelitian, dan pengalaman bekerja. Khususnya bagi mereka yang bekerja di area kebanksentralan di BI.

"Kami mengajak mahasiswa perguruan tinggi untuk ikut program Kampus Merdeka di Bank Indonesia," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam peluncuran program Kampus Merdeka di Bank Indonesia bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, Senin (24/8).

BACA JUGA: WE Gelar Indonesia Best Bank Award 2020 Survive the Inevitable Future

Perry menjelaskan, program Kampus Merdeka merupakan wujud kontribusi BI dalam menciptakan SDM unggul di era digital. Terdapat tiga hal penting yang melandasi BI berpartisipasi dalam program Kampus Merdeka.

Pertama, kontribusi BI untuk turut merealisasikan visi pemerintah yaitu membangun SDM Unggul dalam mencapai Indonesia Maju. Kedua, BI memiliki ilmu yang mendukung program Kampus Merdeka khususnya kebanksentralan dan digital ekonomi yang dapat mendukung implementasi SDM Unggul dari sisi konsep, praktik, pengalaman dan karakter sejalan dengan visi BI.

BACA JUGA: FSGI Resmi Laporkan Mendikbud Nadiem kepada Jokowi

Ketiga, pentingnya kolaborasi untuk menciptakan SDM unggul yang meliputi pihak Akademisi, Bisnis dan Government (ABG).

Pada kesempatan sama, Mendikbud Nadiem memberikan apresiasi kepada BI atas dukungan terhadap program Kampus Merdeka.

BACA JUGA: Paparan Belum Didengarkan, Jokowi Langsung Tegur Tito Karnavian

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi Gubernur BI dan seluruh jajaran terutama Bank Indonesia Institute atas peluncuran program Kampus Merdeka di BI, yang pada tahap awal ini bekerja sama dengan 7 perguruan tinggi,” tuturnya.

Nadiem mengatakan, kompetensi mahasiswa tidak bisa hanya disiapkan di kampus. Mahasiswa harus mengalami sendiri dunia kerja yang sesungguhnya sehingga lebih siap untuk memasuki dunia kerja setelah lulus.

“Kegiatan selama 6 bulan di perusahaan sebagai trainee atau intern tentu memberikan pengalaman kerja yang amat berharga bagi mahasiswa. Pengalaman yang mereka peroleh selama 6 bulan akan membentuk hard skills dan soft skills yang menjadi bagian dari kompetensinya setelah lulus,” jelasnya.

Sebagai pilot project program, Bank Indonesia bersama Kemendikbud bekerja sama dengan 7 perguruan tinggi di Indonesia mengimlementasikan inovasi pembelajaran. Ketujuh perguruan tinggi tersebut yaitu, Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Bina Nusantara (Binus).

Program Kampus Merdeka di Bank Indonesia dirancang bagi mahasiswa dari berbagai jurusan untuk belajar di Bank Indonesia maksimal selama dua semester atau setara dengan 40 Satuan Kredit Semester (SKS) dan akan dimulai pada semester gasal 2020.

Sebagai tahap awal, program Kampus Merdeka di Bank Indonesia akan diikuti 37 mahasiswa dari ketujuh perguruan tinggi di atas. Ke depan, seiring tahap pengembangannya, program ini akan semakin diperkuat dan diperluas secara berkesinambungan dengan mengikutsertakan perguruan tinggi lainnya.

Kebijakan Kampus Merdeka dituangkan melalui Peraturan Mendikbud No.3/2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) 24 Januari 2020.(esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler