Bank Sampoerna Fokus Garap UKM

Jumat, 19 Oktober 2012 – 09:09 WIB
SURABAYA - Kalangan perbankan makin agresif menggarap sektor UMKM di Jatim. Bank Sahabat Sampoerna yang fokus pada pembiayaan UMKM merambah pasar Jatim dengan membuka cabang baru di Surabaya.

Jaringan kantor ke-11 tersebut diharapkan selain bisa membantu pencapaian target penyaluran kredit 2012 juga menambah channeling (penerusan penyaluran kredit dari bank) hingga 200 mitra.

Bank Sahabat Sampoerna memang memosisikan diri sebagai bank UMKM. Terlihat dari kredit periode Januari-September 2012 sebesar Rp 900 miliar, 60 persen untuk UKM dan sisanya untuk usaha mikro. Targetnya hingga akhir 2012, mereka mampu memberikan kredit UMKM Rp 1 triliun bagi lebih dari 30 ribu kreditur.

"Optimistis tercapai apalagi dengan adanya pembukaan cabang baru ini di Surabaya," jelas Dirut Utama Bank Sahabat Sampoerna Indra W Supriadi, Kamis (18/10), di sela-sela pembukaan kantor cabang.
   
Dengan menjadikan Surabaya sebagai titik ekspansi channeling dan kreditur UMKM, Indra berharap bahwa penetrasi bank dengan aset Rp 1,3 triliun tersebut makin mudah di Jatim. Apalagi saat ini 32, 8 persen dari total kredit yang disalurkan bank umum di Jatim dipergunakan untuk sektor UMKM. 

Bank yang merupakan hasil akuisisi Bank Dipo Internasional oleh PT Sampoerna Investama milik keluarga Sampoerna dilauching pada Maret 2012. Mereka memiliki ambisi untuk menjadi bank nasional yang mengkhususkan diri pembiayaan UMKM dengan skema channeling.

Mereka menargetkan memiliki 200 mitra channeling dari posisi saat ini yang baru 140 mitra koperasi dan BPR. Untuk memperkuat jaringan itu, maka pada tahun ini perusahan lakukan konsolidasi internal dan menyiapkan sistem. Serta membuka dua cabang baru di Palembang dan Surabaya. "Setelah siap, tahun depan kami akan agresif buka cabang dan terus tambah channeling," sebut dia. 
   
Dengan skema channeling, mereka bisa menyalurkan pinjaman mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 500 juta per nasabah. Tak hanya memberikan pinjaman finansial, Bank Sahabat Sampoerna dan mitra channeling juga membantu melakukan pendampingan dan pelatihan pada nasabah UMKM agar usahanya terus hidup.

Sedangkan kredit di atas Rp 500 juta per nasabah akan ditangani langsung oleh kantor Bank Sahabat Sampoerna. Saat ini dari total kredit mereka, Rp 300 miliar tersalurkan melalui channeling.

Secara terpisah, Ketua Forum Daerah UKM Jatim Nur Cahyudi mengatakan bahwa makin banyaknya lembaga keuangan yang menyalurkan pembiayaan bagi UMKM menunjukan bahwa segmen potensial bagi pertumbuhan bisnis bank. Namun masaih ada permasalah di lapamhangan yang belum dituntaskan oleh perbanka.

Pertama masih adanya masalah kesenjangan informasi produk perbankan bagi UKM. "Laporan dana iddle perbankan menunjukan bukan artinya dana tidak bisa diserap oleh UKM, tapi karena kami kurang informasi," tandas dia.

Selama ini, banyak bank yang mengklaim berkonsetrasi di sektor UMKM. Namun jaringan kantor mereka hanya tersebar di kota besar, tak menjangkau hingga skala daerah seperti kecamatan. Jumlah lembaga keuangan yang peduli pada pembiayaan UMK menurutnya bisa dihitung dengan jari. Antara lain BRI dan Danamon Simpan Pinjam

Permasalahan lainnya adalah proses mendapatkan pinjaman dengan cepat dan murah. Menurut Nur Cahyudi, UKM sering membutuhan modal untuk kulakan dengan cepat.

"Karena ada proses, maka saat dana cair, order sudah lewat. Ini kan membuat UKM tak bisa berusaha," sebutnya.(aan)
BACA ARTIKEL LAINNYA... AirAsia-Batavia Pilih Kerjasama

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler