Bantah Hercules Kanibal, TNI Sebut Lagi soal Antena Radio Joy FM

Sabtu, 04 Juli 2015 – 13:11 WIB
Gaya Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Fuad Basya, dalam sebuah diskusi di Cikini. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA -- Tentara Nasional Indonesia membantah keras rumor bahwa bagian utama pesawat Hercules C-130 dikanibal. Pesawat yang jatuh di Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6), dipastikan dalam kondisi baik dan layak terbang. 

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Fuad Basya menegaskan, tidak mungkin mesin dan bodi dikanibal. Menurutnya, paling yang dikanibal itu seperti kursi maupun radio untuk hiburan. "Tapi, alat fungsi utama tidak," tegas Fuad dalam diskusi bertajuk "Hercules dan Ironi Alutsista TNI" di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7).

BACA JUGA: Horeee! Bebas Tilang Selama Operasi Ketupat

Hercules yang jatuh dan menewaskan ratusan penumpang itu diklaim dirawat sesuai prosedur yang berlaku. "Perawatan sangat-sangat optimal," tegas Fuad.

Dia pun menegaskan, Hercules C-130 masih belum saatnya untuk dipensiunkan atau grounded. Sebab, sesuai aturan manualnya pesawat itu nanti afkir di usia 38 ribu jam terbang. Namun, kata Fuad, saat kecelakaan kemarin pesawat itu baru mencapai jam terbang 20 ribu. "Artinya (pensiunnya) masih lama," tegas Fuad.

BACA JUGA: Pilih Lanud Soewondo tak Dipindahkan, Ini Alasan Danlanud

Saat ini penyebab kecelakaan yang merenggut ratusan nyawa itu masih diinvestigasi. Dari pemeriksaan awal diketahui, salah satu penyebab karena mesin pesawat sebelah kanan mati sehingga pilot meminta kembali ke pangkalan udara. Namun, saat pesawat membelokkan pesawat ke kanan dan terbang dalam keadaan rendah menyenggol antena Radio Joy FM. "Pada saat itu menyenggol antena Joy FM yang ada di sekitar Lanud," kata Fuad.

Menurut dia, saat dicek pendahuluan kemarin diketahui antena itu terletak pada radius antara tiga hingga empat kilometer dari landasan. Padahal, Fuad melanjutkan, sesuai aturan tata bandara minimal tower itu lima kilometer dari bandara. "Jadi kami tidak bisa salahkan kecelakaan Hercules itu karena kurangnya perawatan, kurang profesional prajurit. Untuk pasti penyebabnya, nanti hasil investigasi," katanya.

BACA JUGA: DPR Minta TNI Beli Alutsista Baru

Sementara Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya menegaskan, bandar udara sipil maupun militer harus steril dari kegiatan masyarakat. Letaknya pun harus jauh dari lingkungan penduduk. "Maka bandara maskapai komersil dan TNI harus jauh dari penduduk," kata Tantowi di kesempatan itu. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tolak Aturan JHT, Ribuan Buruh Bakal Demo


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler