Bantah Melarang Materi Doa di Sekolah, Anies: Ada-Ada Aja

Rabu, 10 Desember 2014 – 01:46 WIB
Anies Baswedan. Foto: dok/Indopos-JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan membantah berita yang berkembang bahwa dirinya disebut melarang siswa di sekolah negeri untuk memulai dan menutup pelajaran dengan berdoa.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menyampaikan bahwa kementerian yang ia pimpin memang sedang mengkaji beberapa hal rutin yang perlu dibiasakan pada peserta didik salah satunya berdoa sebelum dan sesudah belajar.

BACA JUGA: Mantan Jubir Gus Dur: Jokowi-JK Prorakyat Cuma Omong Kosong

Itu menurutnya bertujuan untuk membentuk kebiasaan yang baik untuk anak didik sejak dini. Dalam hal pembacaan doa, Mendikbud ingin agar kegiatan sekolah memulai hari pelajaran dengan membaca doa dan menutup hari belajar juga dengan doa.

"Adapun isi doa sedang kami konsultasikan kepada Kementerian Agama. Kami sedang menunggu tindak lanjut dan rekomendasi dari Kementerian Agama," kata Anies lewat siaran persnya, Selasa (9/12) malam. 
 
Menanggapi ramainya pemberitaan mengenai dirinya yang diberitakan melarang doa di sekolah, Anies Baswedan dengan tegas menyatakan berita tersebut sama sekali tidak benar, karena Kemdikbud justru ingin mendorong suasana belajar yang mencerminkan tujuan pendidikan nasional. Yaitu anak-anak yang beriman, bertakwa dan cinta tanah air. 

BACA JUGA: Berdoa Sebelum Belajar Dianggap Masalah, Mendikbud Dikritik

"Tidak benar mau melarang. Ini lagi fokus Kurikulum 2013, kok malah dikatakan menghapus doa di sekolah. Masa saya melarang doa. Ada-ada aja," ujar Anies. (fat/jpnn)

BACA JUGA: Hormati Demokrat, Ical Tegaskan Golkar Berubah Dukung Perppu Pilkada

BACA ARTIKEL LAINNYA... KemenPAN-RB Akan Batasi Iklan Layanan Sosial dan Baliho


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler