Bantu Atasi Kabut Asap, MRI Kirim Ratusan Relawan Terlatih  

Jumat, 27 September 2019 – 15:57 WIB
Apel siaga dan pelepasan relawan di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Foto: Istimewa

jpnn.com, BOGOR - Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) turut menerjunkan ratusan relawan terlatih untuk membantu pemadaman api akibat kebakaran hutan dan laha (karhutla) di Provinsi Riau.

Sekjen MRI Ibnu Hajar mengatakan, saat ini karhutla di Provinsi Riau dalam kondisi yang terparah. “Kami terus memantau eskalasi yang terjadi berdasarkan laporan relawan di lapangan,” kata Ibnu Hajar saat apel siaga dan pelepasan relawan di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, baru-baru ini.

BACA JUGA: KTB Donasikan Mitsubishi Fuso Dump Truck untuk Keperluan Sosial ACT

Saat ini, kata Ibnu Hajar, sudah 50 relawan yang bergerak di Riau. Meeka dari dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Provinsi Riau sendiri. Para relawan terdiri dari tim rescue, medis, logistik, hingga tim dapur umum.

“Sembari menunggu perkembangan dari lapangan, kami siapkan 100 orang relawan dari Jakarta Raya, Jawa Barat dan Banten. Sedangkan untuk Kalimantan, kami memobilisasi relawan setempat untuk mengatasi kabut asap,” ujar Ibnu.

BACA JUGA: Hadapi Karhutla Perlu Pengawasan Korporasi dan Penegakkan Hukum Tegas

Menurutnya, para relawan akan bertugas di posko-posko yang dibuka bersama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Di posko itu menyediakan berbagai pelayanan kesehatan bagi warga terdampak asap.

ACT sendiri mengirimkan sejumlah armada kemanusiaan, antara lain Humanity Food Truck, Ambulance Pre-Hospital, Humanity Water Tank, dan 10 truk logistik yang memuat 100 ton bantuan pangan berisi beras, gula, air mineral, termasuk kebutuhan sanitasi dan obat-obatan.

BACA JUGA: Perusahaan Asal Negara Tetangga Terlibat Karhutla Disegel Kementerian LHK

“Asap bukan hanya menganggu kesehatan warga, tetapi juga melemahkan ekonomi masyarakat di sana. Kabut asap mengganggu aktivitas masyarakat dalam mencari nafkah. Ini yang mau kita bantu, melalui pemenuhan kebutuhan pangan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sub Bidang Analisa dan Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi mengungkapkan, kondisi terkini terkait titik api belum berkurang karena cuaca masih kemarau dan hujan masih rendah.

“Beberapa titik api masih masif di beberapa wilayah, khususnya di enam provinsi seperti wilayah yang karhutlanya masih marak. Riau, Jambi dan Palembang itu sudah lebih dari 200 titik. Nah satu titik itu membawahi luasan ratusan hektar lahan,” bebernya.(tka/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler