Banyak Dosen Belum Terlatih Buat Proposal

Jumat, 14 Desember 2012 – 13:24 WIB
PADANG--Banyak dosen di Sumbar belum terlatih untuk membuat proposal penelitian secara layak. Ini disebabkan mayoritas dosen masih sedikit memiliki jam terbang atau track record di bidang penelitian. Dosen belum terlalu paham penelitian yang baik dan benar sesuai skema penelitian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) ataupun internasional.

Berangkat dari masalah itu, Unit Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat (UP3M) Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumbar menggelar workshop penelitian dan pengabdian masyarakat di aula STKIP, 13-15 Desember. Workshop selama tiga hari ini dibagi untuk dosen kelompok Bahasa, IPS dan MIPA.
Workshop tiga hari ini menghadirkan tiga narasumber. Yaitu DR Kusni Askar (UNP), DR Ansofino (Kopertis Wilayah X) dan DR Ramadan Sumarmin (UNP).

Ketiga pemateri bergantian memberikan materi kaidah penelitian, mencari hubungan sebab akibat dari masalah, mencari solusi, serta metodologi penelitian yang baik. Pemateri juga membagi ilmunya tentang bagaimana kiat-kiat meneliti, bagaimana mencari masalah untuk diangkat menjadi suatu penelitian, serta memberikan saran-saran berarti mengenai bagaimana proposal yang layak untuk didanai.

Ketua STKIP PGRI Sumbar, Zusmelia menjelaskan, kegiatan ini tidak akan terhenti sampai di workshop saja. Tapi akan terus berlanjut dengan pendampingan dosen, sampai draft proposal yang diajukan dalam workshop bisa menjadi proposal yang layak untuk diajukan pendanaannya pada Dikti. "Bagi proposal yang tak lolos di Dikti, akan kita biayai lewat dana penelitian STKIP sebesar Rp 150 juta," ujar Zusmelia.

STKIP dalam hal ini, juga telah menunjuk peninjau (reviewer) dari UNP, Eswendi untuk menjadi pendamping dosen, memeriksa proposal yang telah direvisi. "Sebelum workshop, kita juga sudah meminta dosen untuk mengumpulkan draft penelitian. Lalu di workshop, diperiksa dan diberikan saran perbaikan. Setelah workshop, para dosen diberi waktu untuk memperbaiki proposalnya dan dikumpulkan kembali," jelas ketua pelaksana, Renny Risdawati.

Narasumber DR Kusni Askar mengatakan, penelitian merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan TInggi.  "Ketiga komponen Tri Darma Perguruan Tinggi itu saling melekat. Jadi harus dilakukan semuanya, tidak boleh dipilih. Jadi dosen, tidak hanya mengajar. Dosen juga dituntut untuk rajin meneliti dan melakukan pengabdian kepada masyarakat," tuturnya. (san)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggaran Kurikulum Terancam Dibintangi

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler