Banyak TKI Bermasalah, Pemerintah Harus Tanggung Jawab

Kamis, 09 Februari 2017 – 15:07 WIB
TKI

jpnn.com - jpnn.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay kembali menyoroti permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI).

Menurut politikus PAN itu, banyak keluhan dari TKI, terutama setelah mereka diberangkatkan.

BACA JUGA: Tolonglah, Jenazah TKI Asal Brebes Tertahan di Malaysia

"Kemarin (8/2), timwas membahas masalah TKI dengan mengundang berbagai pihak. Ada BNP2TKI, PPTKIS (pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta), konsul RI di Hongkong, dan LSM. Kami mau meng-cross check informasi dari berbagai pihak tersebut," kata Daulay, Kamis (9/2).

Secara umum, masalah TKI antara lain, penempatan tidak sesuai dengan yang dijanjikan, gaji berbeda dengan kontrak, lembur tidak dibayarkan, dan gaji tidak dibayar.

BACA JUGA: Nusron Wahid Ajak KPK Sikat Mafia TKI

Selain itu, ada pula pemutusan kontrak sepihak, adminsitrasi dan dokumen keimigrasian (habis visa, overstay, masa berlaku paspor habis, dan lainnya).

Ada beberapa juga persoalan antarsesama TKI.

BACA JUGA: TKI Terindikasi Korban Perdagangan Orang Dipulangkan

Tak hanya itu, ada pula masalah tindakan kriminal yang kadang dilakukan TKI secara terpaksa.

"Atas kasus yang terjadi pada TKI, kami meminta seluruh pihak baik pemerintah maupun PPTKIS bertanggung jawab. Timwas menginginkan agar penempatan TKI di luar negeri tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi lebih mengedepankan aspek kemanusiaan," tegasnya.

Terkait masalah administrasi keimigrasian TKI di Malaysia yang selamat dari musibah karamnya kapal, pemerintah diminta proaktif mengurus pahlawan devisa yang hendak pulang ke tanah air.

Apalagi, pemerintah Malaysia berencana melakukan pemutihan.

"Intinya, kami menginginkan TKI  bisa pulang dengan selamat, meskipun administrasi keimigrasiaannya ada yang bermasalah. Justru, peran pemerintah adalah menyelesaikan administrasi keimigrasian itu," pungkasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cuitan Babu Jadi Sorotan, Fahri Hamzah Tak Akan Kapok


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
TKI  

Terpopuler