Barista Jepang Ungkap Alasan Kopi Indonesia Makin Diminati, Singgung Kejujuran Rasa dan Harga

Rabu, 14 Juni 2023 – 23:47 WIB
Barista asal Jepang Yudai Suzuki saat meracik kopi dari Indonesia. Foto: ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu

jpnn.com, TOKYO - Barista asal Jepang Yudai Suzuki menuturkan biji kopi asli Indonesia memiliki rasa yang jujur yang tidak dimiliki oleh biji kopi dari negara lain.

“Kopi Indonesia itu jujur, jadi enak untuk ekstraksi,” kata Yudai saat ditemui di Tokyo, Rabu.

BACA JUGA: Pacu Industri Kopi, Rotaryana Gelar Kisah Kopi Coffee Festival 2023

Barista yang meraih juara dua Torch Brewers Cup itu menuturkan kopi Indonesia memiliki rasa kedaerahan yang kuat.

“Setiap mencoba dan menghirup aroma biji kopinya, langsung tergambar di bayangan daerah asal kopi itu,” ujarnya.

BACA JUGA: OMG Gelar Pembinaan Untuk Kemajuan Petani Kopi di Tanggamus

Yudai yang sudah mengolah biji kopi Indonesia selama tujuh tahun dan mengaku tidak menemukan kesulitan dalam memproses biji kopi tersebut.

“Karena kopi Indonesia itu ditanam di dekat garis khatulistiwa, jadi manisnya kuat dan enak,” katanya.

BACA JUGA: Kementan Andalkan Komoditas Pala dan Kopi sebagai Patriot Ekspor

Dia juga menggunakan biji kopi Indonesia, terutama jenis specialty coffee, untuk meracik semua minuman kopi di kedai yang ia rintis di Tokyo, yakni “Coffee Tap, Hojicha dan Baked Goods”.

Berbagai minuman kopi itu, di antaranya espresso, cafe latte, drip coffee, cappuccino dan lainnya.

Yudai menyebutkan sudah banyak banyak kedai di Jepang yang menggunakan kopi Indonesia, terutama Kopi Mandailing.

Dari segi harga, Yudai berpendapat biji kopi Indonesia cenderung lebih murah dibanding kopi dari negara lain.

“Tapi boleh juga untuk menaikkan harga biji kopi agar membuat lebih bersaing,” katanya.

Dia berharap ke depannya kopi Indonesia semakin berkembang dan banyak dipakai di Jepang karena saat ini negara-negara Asia Tenggara saat ini semakin maju, termasuk dalam bisnis biji kopi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kopi Indonesia ke Jepang sepanjang 2021 mencapai 27.290 ton atau naik dari ekspor pada 2020 sebanyak 23.471 ton.

Nilai ekspor tersebut, yakni 65,4 juta dolar AS (Rp 975 miliar) atau meningkat dari 55,9 juta dolar AS (Rp 833,1 miliar). (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler