BATAN: Penurunan Paparan Radioaktif di Batan Indah Sudah 90 Persen

Selasa, 18 Februari 2020 – 15:47 WIB
Alat berat backhoe untuk mempercepat proses clean up areal yang terpapar zat radioaktif di Komplek Perumahan Batan Indah. Foto: batan.go.id

jpnn.com, TANGERANG - Hari ini, Selasa (18/2), dilaporkan jumlah drum yang berisi tanah dan vegetasi yang diindikasikan terkontaminasi akibat terpaparnya zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, sebanyak 172 drum. Kegiatan clean-up sudah masuk hari ke 6 dari 20 hari yang direncanakan.

Dalam keterangannya, Kepala Bagian Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Heru Umbara, mengatakan kegiatan clean-up sampai hari ini berjalan lancar, setelah 2 hari sebelumnya selalu dihentikan karena hujan turun.

BACA JUGA: Pengaruh Paparan Radiasi pada Pertumbuhan Kanker

"Alhamdulillah hari ini kegiatan clean-up berjalan dengan lancar. Ini juga karena adanya bantuan berupa alat keruk yang dipinjamkan oleh Pemkot Tangsel," ujar Heru, Selasa (18/2).

Dia menyampaikan kabar gembira hari ini, penurunan paparan di area terpapar zat radioaktif menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Kalau kemarin baru dapat penurunan sebesar 70 persen namun hingga siang ini (18/2) telah menunjukkan perubahan penurunan hingga 90 persen.

BACA JUGA: Perumahan Batan Indah Serpong Terpapar Radiasi, Ini Penjelasan Bapeten

Dari penurunan yang signifikan ini diharapkan masyarakat menjadi lebih memahami bahwa upaya clean-up yang dilakukan BATAN berjalan lancar.

"Dari 20 hari kerja yang kami rencanakan, semoga sebelum 20 hari itu pelaksanaan clean-up sudah selesai hingga tidak perlu menunggu 20 hari," tambahnya.

BACA JUGA: Radiasi Serpong

Heru mengimbau kepada masyarakat khususnya yang tinggal di perumahan Batan Indah tidak perlu khawatir dan tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Apalagi penurunan aktivitasnya diketahui sudah tinggal 10 persen.

Terkait dengan pengecekan Whole Body Counting terhadap 9 warga yang dilaksanakan pada (17/2), hasilnya dapat diketahui 2 sampai 3 hari ke depan.

"Kita tunggu saja hasil analisis dari pengecekan WBC, dan semoga memberikan hasil yang memuaskan," pungkasnya. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler