Bayar Gaji 326 Guru Kontrak, Pemkab Jayapura Siapkan Rp 19 Miliar

Kamis, 14 Maret 2024 – 07:01 WIB
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Ted Y Mokay (ANTARA/Yudhi Efendi)

jpnn.com -  SENTANI - Sebanyak 362 guru kontrak telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Papua, pada 16 Februari 2024. Pemerintah Kabupaten Jayapura menyiapkan anggaran Rp 19 miliar untuk membayar gaji 362 guru kontrak pada 2024 ini. 

“Sekarang pemerintah sudah melarang gunakan guru honor, makanya melalui kebijakan daerah kita tanggulangi kekurangan guru dengan menggunakan alokasi dana otonomi khusus (otsus) 2024 sebesar Rp 19 miliar,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Ted Y Mokay di Sentani, Rabu (13/3).

BACA JUGA: 2023, Pemkab Jayapura Merekrut Guru Kontrak Tingkat SD dan SMP 

Dia mengatakan 362 guru kontrak ini menjawab kekurangan guru yang selama ini dialami. “Jumlah Sekolah Dasar (SD) 138, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 49, Sekolah Menengah Atas (SMA) 24 dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) delapan yang tersebar di 139 kampung dan lima kelurahan, sehingga kekurangan guru tetap saja ada,” ungkapnya.

Ted mengatakan jumlah guru berstatus aparatur sipil negara, termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja kurang (PPPK), lebih 1.000 orang, dan itu pun masih sangat kurang.

BACA JUGA: Pemkab Kotim Berjanji Memperjuangkan Guru Kontrak Menjadi PPPK

Dia menjelaskan permintaan guru itu tinggi karena jumlah siswa setiap tahun terus mengalami penambahan yang disebabkan perpindahan penduduk dari luar ke Kabupaten Jayapura dan umur siswa yang masuk sekolah pun tinggi.

“Saya contohkan sekolah-sekolah di pinggiran itu biasanya satu guru harus mengajar seratusan anak, ada juga guru yang sudah pegawai (ASN) tetapi tidak melaksanakan tugas dan ini yang menjadi masalah,” katanya.

BACA JUGA: 6 Kesepakatan MenPAN-RB, BKN & Komisi II DPR soal Pengangkatan Honorer jadi PPPK, Alhamdulillah

Dia menambahkan telah menyiasati kekurangan guru pada 2023 dengan pengangkatan guru kontrak menjadi PPPK, tetap saja masih kekurangan tenaga.

“Mau tidak mau, suka tidak suka alternatifnya kita gunakan dana otsus untuk membiayai guru kontrak untuk mengajar anak-anak kita di pinggiran yang mayoritas anak-anak Papua,” ujarnya.

Dia berharap 362 guru yang telah menandatangani kontrak pada tahun ini supaya dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya, serta jangan meninggalkan tempat tugas.

“Kami berharap guru-guru ini harus memiliki jiwa pendidik yang kuat, karena mereka dibiayai oleh dana otsus sehingga mereka harus memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak-anak Papua di kampung-kampung,” katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler