Bayern Muenchen vs Liverpool: Kenangan Buruk Jurgen Klopp di Perahu Karet

Rabu, 13 Maret 2019 – 18:09 WIB
Jurgen Klopp. Foto: AFP

jpnn.com, MUNICH - Allianz Arena menjadi tempat duel Bayern Muenchen vs Liverpool dalam leg kedua 16 Besar Liga Champions digelar, Kamis (14/3) dini hari nanti. Stadion itu merupakan tempat yang paling dibenci pelatih Liverpool Juergen Klopp.

Dalam 14 kali kesempatan tampil di stadion yang punya sebutan Schlauchboot atau Perahu Karet itu, Klopp cuma menang tiga kali. Sisanya sekali seri dan sepuluh kali kalah.

BACA JUGA: Cristiano Ronaldo Bikin Pacarnya Menangis

Setelah empat tahun berlalu, Klopp kembali ke Allianz Arena. Namun kali ini dengan logo burung liver di dadanya. Ya, Liverpool akan dijamu Bayern.

“Kami harus tampil luar biasa ketika bermain di sana. Jika kami bermain normal dan biasa-biasa saja maka kami tak punya kesempatan lolos,” kata Klopp dalam situs resmi Liverpool.

BACA JUGA: Bawa Manchester City ke Perempat Final, Guardiola Minta Maaf ke Rakyat Inggris

Pesen Klopp itu memang benar. Rekor tandang Liverpool di Liga Champions musim ini sangat jeblok. Tiga kali lawatan ke markas Napoli (3/10), Crvena zvezda (6/11), dan PSG (28/11) tak satu pun dimenangi. Gawang Alisson Becker dibobol lima gol dan hanya James Milner yang bisa membukukan gol away saat lawan PSG.

Pelatih 51 tahun tersebut tahu benar situasi pelik yang dihadapinya kali ini. Imbang tanpa gol dengan Bayern pada leg pertama di Stadion Anfield (19/2) sama sekali bukan skor ideal. Meski hasil imbang 1-1, 2-2, dan seterusnya sudah bisa meloloskan Liverpool.

BACA JUGA: Cristiano Ronaldo Nakal, Tunjuk Anunya Setelah Cetak Gol

(Anda harus baca ini: Jurgen Klopp Kurang Ikhlas Liverpool Imbang 0-0 dengan Bayern)

Kalau ada yang bisa dijadikan 'penghiburan' buat Klopp adalah absennya Joshua Kimmich. Kartu kuning yang diterima Kimmich membuatnya menyusul Thomas Mueller yang absen karena hukuman akumulasi kartu.

Tanpa Kimmich, Bayern tak akan melemah di Schlauchboot. Justru konfidensi Die Roten sedang menguat. Setelah terlempar dari posisi puncak klasemen Bundesliga, akhirnya pada spieltag 25 Bayern sukses menggusur Borussia Dortmund dari posisi tertinggi. Bayern dan Dortmund punya poin yang sama (57) namun agregat gol Bayern lebih baik dua buah dari Dortmund.

“Mereka (Bayern) sudah kembali pada tempat di mana biasanya berada. Jangan lupa mereka juga baru saja menang dengan nyaman dan mereka ada di jalur memenangi Meisterschale tujuh kali berturut,” ucap mantan pelatih Mainz 05 dan Dortmund itu.

Angka produktivitas Bayern memang menakutkan menurut Klopp. Dihitung pasca leg pertama di Anfield, mereka mencetak 12 gol dalam tiga laga, rata-rata Bayern mencetak empat gol per laga.

Sedang Liverpool morilnya berbalik 180 derajat dari Bayern. Kalau Bayern meraih posisi puncak maka Liverpool kehilangan posisi puncak. Sudah dua pekan, Liverpool melorot ke peringkat runner-up dan bermargin satu poin di belakang Manchester City (73-74).

Sudah posisi melorot, produktivitas tim pun merosot. Liverpool hanya membuat sembilan gol dalam empat laga setelah pertemuan dengan Bayern di Anfield. Atau rata-rata gol per laga 2,25 buah.

“Memang dalam situasi pertemuan kami, seri sudah bisa membuat kami 'menang'. Namun saya tak akan pernah meminta pemain untuk bermain demikian,” kata Klopp seperti dikutup Liverpool Echo. “Saya tegaskan kepada anak-anak untuk memenangi laga ini,” tambah pelatih yang meraih lima trofi bersama Dortmund itu.

Dalam laga terakhir Klopp bersama Dortmund di Allianz Arena yakni semifinal DFB Pokal (29/4/2015), Klopp menang dramatis. Setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal, Klopp membawa Dortmund memenangi adu penalti dengan skor 2-0 atas Bayern.

Di sisi lain, gelandang Bayern James Rodriguez dalam situs UEFA mengingatkan Liverpool di era Klopp ini menunjukkan permainan yang cepat dan mematikan. Walau dalam lima laga terakhir di semua ajang, trio Sadio Mane-Mohamed Salah-Roberto Firmino kurang greng.

“Kami harus bermain sempurna untuk melaju ke babak selanjutnya. Liverpool memiliki pemain dengan kualitas merata di semua lini sehingga kami tak bisa mewaspadai sosok individual saja,” ujar James. “Oh ya, Liverpool memiliki banyak pelari di lapangan,” tambah pemain pinjaman dari Real Madrid itu. (dra)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Manchester City Memang Kejam


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler