Bayi Nyaris Tewas Akibat Perawat Salah Suntik Obat

Jumat, 06 Desember 2013 – 09:48 WIB

jpnn.com - LANGSA--Dugaan malpraktek terjadi dan menimpa seorang bayi hingga nyaris tewas, akibat muntah-muntah dan lemas serta perut kembung. Hal ini dialami korban, setelah seorang perawat akademi kebidanan (akbid) yang masih praktek lapangan di rumah sakit tersebut, asal-asalan menyuntikkan obat kepada pasien.

Kepada Metro Aceh, Mariana (39) warga Gampong Merandeh, Langsa Lama menceritakan peristiwa dialami sang anak pada Kamis (5/12) siang,   saat ditemui di ruang rawat inap anak RSUD Langsa.

BACA JUGA: Mobil Anggota DPRD Banyumas Dibakar

"Kejadian itu berawal saat anak saya yang masih berusia 34 hari, menderita penyakit GE/mencret dirujuk ke RSUD Langsa dari dokter praktek. Kami pun masuk untuk perawatan intensif dengan infus pada Rabu (4/12) malam sekira pukul 19.50 Wib. Namun jam 11 malam, masuk seorang mahasiswa perawat yang sedang melakukan praktek di RSUD ke ruangan.

Ia lalu meminta supaya anak kami diberi injeksi obat Naritidin 50 mg dan Naufalgis 45 mg atas perintah perawat bakti berinisial CM," terang ibu korban. Bahkan sebelum obat diberikan, Marianna sempat bertanya berulang kali kepada pelaku. Apa benar obat tersebut buat anaknya.

BACA JUGA: Menginap di Pesantren, Dahlan Jadi Motivator

"Dia ngotot kalau obat itu tepat buat anak saya. Kemudian, memasukan cairan suntik ke infus," sebut Mariana.

Lanjutnya, namun alangkah terkejutnya dia, selang beberapa menit usai injeksi obat, tiba-tiba anaknya mengalami kejang-kejang, muntah-muntah, gembung dan lemas hingga saat ini. Karena panik, akhirnya dia menanyakan ulang perihal obat dan melihat map tugas perawat,

BACA JUGA: Deposito Dana APBD, Kota Bekasi Untung Rp38 Miliar

"Ternyata obat tersebut bukan buat anak saya, tapi pasien lain. Ini namanya malpraktek karena kesalahan yang fatal, Lihat kondisi anak saya saat ini lemas dan muntah-muntah terus," tegas Mariana lagi yang juga bekerja sebagai perawat kesehatan.
 

Menurutnya, selain kesalahan injeksi obat, perawat bakti itu juga melanggar instruksi dokter Nursal yang hanya menyuruh untuk melakukan infus saja, tapi ternyata dia (perawat-red) memberi obat suntikan yang berakibat fatal seperti ini.
"Ironisnya lagi, ketika kami tanya, perawat berinisial CM itu malah tidak terima dengan perlakuannya tersebut. "Silahkan kakak mau melapor ke mana, saya siap," sebut Mariana kesal menirukan ucapan perawat CM.

Terkait dugaan kesalahan suntik obat tersebut, Wakil Direktur bidang pelayanan, RSUD Langsa, dr.Dahniar, dalam konfirmasinya kepada wartawan mengatakan, bahwa pemberian obat Naritidin 50 mg, Naufalgis 45 mg, sudah ada dalam rencana. Akan tetapi belum diintruksikan oleh dokter untuk secepat itu dilakukan pemberian kepada pasien.

Seharusnya saat pemberian obat tersebut siswa yang sedang melakukan praktek didampingi oleh perawat  senior, tidak dibiarkan sendirian seperti itu. Dan, hasil konsultasi dengan dr.Nursan, bahwa dosis yang diberikan itu sudah layak untuk diberikan kepada pasien, bahkan efek samping dari obat yang diberikan itu juga tidak ada. Selain itu, obat yang diberikan itu juga bisa untuk meredam rasa gangguan pencernaan pasien.

"Alhamdulillah kondisi pasien tersebut sudah mulai membaik, bahkan penyakit GE/mencret yang dialami pasien sudah berkurang," ujar Dahniar.

Lanjutnya, terkait perawat tersebut, sudah diberikan teguran dan akan kita lakukan pembinaan serta di istirahatkan sementara. "Dan, untuk siswa yang sedang melakukan praktek itu, akan kita kembalikan ke kampusnya, apa sangsi yang diberikan itu tergantung dari  kampusnya," demikian Dahniar.(tim)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Laporan Korupsi di Jabar Tertinggi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler