BBC Minta Maaf setelah Presenternya Sebut Tentara Israel Senang Membunuh Anak-Anak

Jumat, 07 Juli 2023 – 14:04 WIB
BBC News. Foto: www.bbc.co.uk

jpnn.com, LONDON - Lembaga Penyiaran Inggris atau British Broadcasting Corporation atau BBC meminta maaf gara-gara presenternya menyebut pasukan Israel dengan senang hati membunuh anak-anak.

Adalah presenter berita BBC News Anjana Gadgil yang membuat pernyataan itu saat mewawancarai mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennet pada Selasa (4/7) malam.

BACA JUGA: Brutal! Israel Ratakan 80 Persen Rumah di Kota Palestina Ini

Dalam wawancara itu, Anjana membahas soal operasi militer Israel di Jenin, Palestina. Jenin merupakan wilayah di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Anjana menanyakan soal anak-anak muda Palestina yang tewas di Jenin kepada Bennet. Dari 11 warga Palestina yang tewas akibat operasi militer Israel di Jenin, empat di antaranya masih belia.

BACA JUGA: Tentara Israel Makin Brutal, Gadis Remaja Palestina Ditembak di Kepala

“Tentara Israel menyebut ini sebagai operasi militer, tetapi kita tahu bahwa anak-anak muda yang dibunuh, empat di antaranya berusia di bawah 18 tahun. Benarkah itu yang dilakukan militer? Membunuh orang-orang berusia antara 16 dan 18 tahun?” tanya Anjana.

Bennet pun menepis anggapan itu. “Justru sebaliknya,” jawabnya.

BACA JUGA: Ekspor Senjata Israel Meningkat, 25 Persen Pembelinya dari Negara Arab

Menurut Bennet, sebelas orang yang tewas adalah militan. “Fakta bahwa ada teroris muda yang memutuskan mengangkat senjata adalah tanggung jawab mereka,” katanya.

Bennet menegaskan semua warga Palestina yang tewas dalam peristiwa itu adalah teroris. “Jenin telah menjadi pusat teror,” imbuhnya.

Pernyataan Anjana itu membuat BBC panen protes dari komunitas warga Yahudi.

Menurut juru bicara BBC, komunitas tersebut menuduh lembaga penyiaran yang bermarkas di London, Inggris, itu menampilkan bias anti-Israel.

“BBC telah menerima komentar dan keluhan mengenai wawancara dengan Naftali Bennet yang disiarkan di kanal BBC News,” ujar juru bicara.

Selanjutnya, juru bicara BBC pun menyampaikan permintaan maafnya melalui The Jewish Chronicle, koran mingguan Yahudi yang berbasis di London.

"Meskipun ini adalah subjek yang sah untuk diperiksa dalam wawancara, kami memohon maaf karena bahasa yang digunakan dalam pertanyaan tersebut tidak diutarakan dengan baik dan tidak pantas,” tuturnya.(JPost/JPNN.com)

BACA ARTIKEL LAINNYA... China: Hei Israel, Setop Mencaplok Tanah Palestina!


Redaktur : Antoni
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Israel   Palestina   jenin   BBC   Yahudi   Tepi Barat  

Terpopuler