BBM Naik, BUMN Siapkan Bantuan Langsung

Jumat, 24 Februari 2012 – 06:08 WIB
Dahlan Iskan. Foto: Dok.JPPhoto/JPNN

JAKARTA - Rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM subsidi menjadi perhatian serius Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Untuk itu, BUMN pun akan dilibatkan secara aktif untuk meringankan beban masyarakat kecil atas kenaikan harga BBM tersebut.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, di tengah masyarakat Indonesia ada kelompok rakyat kecil yang sebenarnya juga tidak ingin jika harga BBM naik, namun mereka tidak memiliki kesempatan untuk bersuara."Karena itu, kita harus solider dengan saudara-saudara kita ini," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN kemarin (23/2).

Dahlan mengatakan, ketika nanti harga BBM dinaikkan, maka pemerintah sudah pasti melakukan kebijakan untuk meringankan beban masyarakat kecil, misalnya melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagaimana yang dilakukan dulu. "Nah, kami di BUMN juga akan memberikan bantuan langsung, dananya akan diambil dana CSR (corporate social responsibilty)," katanya.

Seperti apa bentuk bantuan langsung tersebut? Menurut Dahlan, dirinya punya keinginan agar bantuan dari BUMN ke masyarakat kecil bisa disalurkan tidak dalam bentuk uang tunai. "Bisa saja melalui pasar murah, atau pemberian bantuan beras ke kampung-kampung nelayan yang membutuhkan," sebutnya.

Lalu, berapakah dana yang disiapkan BUMN? Dahlan menyebut, selama ini setiap tahun BUMN sudah menyisihkan sebagian laba yang diperolehnya untuk CSR melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). "Tahun ini, datanya masih kami kumpulkan," katanya.

Sebagai gambaran, pada tahun 2011, target dana PKBL yang dihimpun mencapai Rp 3,01 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk Program Kemitraan sebesar Rp 2,05 triliun dan Bina Lingkungan sebesar Rp 965 miliar.

Dahlan menambahkan, jika dibutuhkan dana tambahan, maka BUMN punya potensi dari kelebihan setoran dividen. Sebagaimana diketahui, pada APBN 2012, BUMN ditargetkan menyetor Rp 28 triliun. Namun, dengan kenaikan laba BUMN, maka potensi setoran dividen bisa mencapai Rp 30 triliun.

"Nah, kalau dalam APBN-P 2012 nanti dividen BUMN dipatok tetap Rp 28 triliun, maka BUMN punya room (ruang atau potensi, Red) untuk mengguankan kelebihan Rp 2 triliun dalam program CSR," jelasnya. (owi)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Waspadai Tawaran Asuransi dan Pembiayaan Ilegal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler