Bea Cukai Bersama Imigrasi & Karantina Gelar Operasi Laut Gabungan, Ini Sasarannya

Selasa, 15 November 2022 – 21:10 WIB
Operasi laut gabungan yang dilaksanakan Bea Cukai Sulbagsel, Imigrasi dan Karantina yang dibuka Kakanwil Kemenkumham Sulsel Liberti Sitinjak pada Selasa (8/11) lalu. Foto: Dokumentasi Humas Bea Cukai

jpnn.com, MAKASSAR - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) bersama Imigrasi dan Karantina menggelar operasi laut gabungan yang dibuka pada Selasa (8/11).

Kegiatan tersebut mengusung tema 'Joint Operation Customs, Immigration and Quarantine (CIQ) Synergy for Sovereignty: Recover Together, Recover Stronger with G20 Bali Summit 2022'.

BACA JUGA: Ikhtiar Membuahkan Hasil, Bea Cukai Kembali Lepas Ekspor Komoditas Lokal di 2 Daerah ini

Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagsel Nugroho Wahyu Widodo menyampaikan operasi gabungan tersebut merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi lintas lembaga untuk kepentingan kedaulatan negara.

"Sesuai amanat Kakanwil Kemenkumham Sulsel Liberti Sitinjak pada apel pembukaan patroli tersebut, operasi gabungan ini disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi tiap-tiap lembaga sehingga terwujud pelayanan yang tidak terputus atau bersambung antarinstansi pemerintah," kata Nugroho melalui keterangan, Selasa (15/11).

BACA JUGA: Perkuat Pengawasan Perairan Indonesia, Bea Cukai Meluncurkan 2 Kapal Patroli Laut Baru

Nugroho menjelaskan secara teknis kegiatan ini dimotori oleh Kantor Imigrasi Makassar sebagai bagian dari UPT Kemenkumham Sulsel yang memiliki tugas dan fungsi pelayanan dan pengawasan keimigrasian.

Sementara itu, Karantina Kesehatan berwenang dalam pengendalian risiko lingkungan dan pelayanan kesehatan.

"Bea Cukai berwenang dengan pengawasan lalu lintas barang," sebutnya.

Melalui keterlibatan tiga instansi tersebut diharapkan dapat mengutamakan pendekatan persuasif dan tindakan terukur dalam rangka pengamanan yang dibutuhkan.

"Kakanwil Kemenkumham Sulsel juga mengamanatkan kepada tiap-tiap satuan untuk dapat saling berkoordinasi dalam rangka pengamanan, baik terkait penyelundupan orang, barang terlarang, maupun tindakan lainnya yang dipandang bertentangan dengan undang-undang," ujar Nugroho.

Selain itu, lanjut dia, menjaga integritas sebagai bagian terpenting dalam setiap operasi.

Hal penting lainnya adalah segala sesuatu yang dilakukan pada saat operasi akan segera dilaporkan secara berjenjang.

" Laporan tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan para pimpinan untuk mengambil solusi atas kendala yang ditemukan dan sekaligus sebagai upaya optimalisasi pelaksanaan operasi gabungan," jelas Nugroho. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler