Bea Cukai Buka Peluang Pasar bagi UMKM agar Bisa Go International

Kamis, 07 Juli 2022 – 21:50 WIB
Bea Cukai Gresik menjembatani kegiatan kunjungan para pengusaha asal Jepang bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo ke Desa Wisata Rotan Trangsan, Kabupaten Sukaharjo. Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai menggaungkan slogan Ekspor Itu Mudah untuk mendukung kinerja industri dalam negeri. 

Kemudahan tersebut diwujudkan dalam berbagai fasilitas kepabeanan yang diberikan, 

BACA JUGA: Bea Cukai Soekarno-Hatta Kawal Impor Vaksin PMK dari Prancis

Misalnya, fasilitas fiskal dan fasilitas prosedural. Melalui fasilitas ini, Bea Cukai berkomitmen mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menuju pasar global. 

Hatta Wardhana, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, menyatakan UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Yaitu, sarana mengentaskan masyarakat dari jurang kemiskinan.’

BACA JUGA: Bea Cukai Beri Fasilitas Kepabeanan kepada Morenzo dan Rejoso

‘’Adanya penyerapan tenaga kerja, sarana untuk meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil karena mampu mengembangkan masyarakat daerah untuk memperoleh penghidupan yang layak, dan memberikan pemasukan devisa bagi negara melalui pangsa pasar nasional maupun internasional,” ujarnya.

Hatta mengungkapkan pangsa internasional dituju untuk mengembangkan UMKM, seperti yang telah dilakukan Bea Cukai Gresik. 

BACA JUGA: Aktif Berantas Narkoba, 3 Kantor Bea Cukai Ini Terima Penghargaan dari BNN, Selamat!

Keberhasilan Bea Cukai Gresik mengembangkan UMKM di sana menuju pasar global menjadi cambuk semangat bagi kantor Bea Cukai lain dalam mengembangkan UMKM di daerah. 

Karena itu, pada Minggu (3/7), Bea Cukai Gresik menjembatani kegiatan kunjungan para pengusaha asal Jepang bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo ke Desa Wisata Rotan Trangsan, Kabupaten Sukaharjo, dengan turut menggandeng Bea Cukai Surakarta.

Kunjungan Atase Keuangan KBRI Tokyo juga bertujuan melaksanakan penandatanganan kontrak bersama dengan Koperasi Kriya Giri Sejahtera binaan kolaborasi Bea Cukai Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik, pada Sabtu (02/07). 

Selain penandatanganan kontrak, dalam kunjungan kali ini, dilaksanakan negosiasi atas rencana pembelian sebelas kontainer produk kayu dari Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Bea Cukai Probolinggo bersama Pemkab Probolinggo mengunjungi salah satu pengusaha UMKM potensial di Kabupaten Probolinggo.

Yaitu, CV Dua Putri Sholehah, pada Rabu (22/06). CV Dua Putri Sholehah merupakan pengusaha UMKM dengan hasil produksi bawang goreng. 

Bawang merah sendiri merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Probolinggo yang telah dibudidayakan secara luas di berbagai wilayah dan diyakini memiliki peluang untuk dikembangkan ke pasar ekspor.

Hal serupa dijalankan Bea Cukai Batam dengan mengunjungi rumah produksi UMKM Iluh Craft di Komplek Perumahan Tiban Indah, Kota Batam, pada Senin (4/7). 

Iluh Craft merupakan salah satu UMKM yang bergerak pada kerajinan tangan rajutan yang berdiri sejak 2017. 

Produk yang dihasilkan antara lain topi, tas, sepatu, baju, serta pernak-pernik rajutan lainnya. Penjualan produk Iluh Craft pun telah sampai ke pasar mancanegara, yaitu Singapura.

Dukungan terhadap UMKM merupakan wujud komitmen Bea Cukai dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional. 

“Pemberdayaan UMKM diyakini mampu memberikan kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Bea Cukai pun menilai bahwa asistensi dengan kunjungan langsung ke pelaku UMKM efektif mengembangkan industri UMKM hingga pasar internasional,” tutup Hatta. (mrk/jpnn)


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler