Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu di Juanda

Selasa, 17 Oktober 2017 – 20:30 WIB
Sabu-sabu

jpnn.com, SURAKARTA - Ada saja upaya yang dilakukan pengedar untuk menyelundupkan sabu-sabu (SS) melalui Bandara Internasional Juanda.

Kali ini sebanyak 745 gram SS itu dibawa AS. Dia terbang dari Kuala Lumpur menuju Surabaya pada Jumat (13/10).

BACA JUGA: Ada Razia, Pengendara Buru-Buru Buang Narkoba

Penerbangan bernomor XT 327 tersebut turun di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda.

Modusnya tergolong baru, yakni diselundupkan melalui water heater.

BACA JUGA: Penjaga Warung Nyambi Edarkan Sabu-Sabu

Sejak turun dari pesawat, lelaki 26 tahun itu terlihat tenang. Dia tidak menampakkan kegelisahan sama sekali.

Perjalanan dari pesawat menuju pengambilan bagasi tidak ada masalah.

BACA JUGA: Nekat Sembunyikan Sabu-Sabu di Deodoran

''Termasuk saat dia menunggu tas miliknya,'' kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda Mochamad Moelyono.

Tidak lama, AS menemukan tasnya di tempat pengambilan bagasi. Petugas di lokasi mencurigai bentuk tas yang dia bawa.

Kecurigaan tersebut terbukti saat AS masuk ke pintu metal detector. ''Ada benda mencurigakan di dalam water heater atau tempat minum,'' ujarnya.

Petugas gabungan dari Avian Security, Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Juanda, serta Bea dan Cukai menghentikan AS.

Tas yang baru saja diambil itu diperiksa petugas. Hasilnya, petugas menemukan serbuk putih yang dibungkus plastik.

Tim gabungan langsung mengamankan AS. Barang di water heater tersebut dibawa ke laboratorium.

Setelah dites, terbukti bahwa benda itu merupakan narkotika jenis SS.

Moelyono menyatakan, distribusi SS melalui Bandara Juanda cukup tinggi.

Selama 2017, Bea dan Cukai mendapati 27 kasus penyelundupan narkotika.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar barang berasal dari Singapura. Modusnya pun beragam.

Misalnya, membungkus SS dengan aluminium foil, meletakkannya dalam pipa tas, bahkan memasukkannya ke dalam kelamin perempuan.

''Kami harus waspada dengan modus baru yang terus berkembang,'' ucapnya.

Komandan Pomal Juanda Letkol Laut (PM) Asep Soedrajat berupaya mencari informasi seluas-luasnya.

Pengedar selalu menggunakan cara baru untuk menghindari petugas. Karena itu, petugas harus bisa mengantisipasi segala siasat yang dilakukan para pengedar.

''Kami tidak ingin lengah terhadap modus baru tersebut,'' terangnya.

Kasus AS kini didalami Ditreskoba Polda Jatim. Kasubdit II Ditreskoba Polda Jatim AKBP Indra Mardiana menuturkan, AS bertugas membawa SS ke Surabaya.

Barang itu akan diambil orang di perbatasan Surabaya dan Bangkalan. ''Kami sudah menelusuri jaringan tersebut,'' ungkapnya.

Tim ditreskoba sempat mencurigai dua orang yang hendak mengambil barang itu.

Namun, dua orang tersebut tampaknya paham bahwa mereka diintai kepolisian.

Mereka mengurungkan niat untuk mengambil barang itu. Hingga kini, petugas terus menelusuri jaringan mereka. (riq/c22/ano/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengamen Nekat Bawa Sabu-Sabu 25,98 Gram


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler