Beberapa Tragedi Kecelakaan Pesawat Dunia

Minggu, 09 Maret 2014 – 14:45 WIB
Kecelakaan Pesawat di Nigeria. Menewaskan Seluruh Penumpang dan Awak Pesawat, Kecelakaan Serupa Banyak Terjadi Karena Berbagai Sebab. Mulai Dari Persoalan Teknis Hingga Human Error. Foto: CNN

jpnn.com - NASIB 239 penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370, hingga saat ini masih menjadi misteri. Pesawat itu dinyatakan hilang kontak, saat terbang dari Malaysia menuju Beijing, China, Sabtu (8/3) dini hari. Meski belum dapat dipastikan apa yang sesungguhnya terjadi, kejadian ini seolah mengembalikan bayangan tentang betapa banyaknya tragedi memilukan dari layanan angkutan udara tersebut.

Bila berbicara soal aksi terorisme, maka bayangan masyarakat dunia tentu masih mengingat ketika teror terhadap Amerika Serikat pada 11 September 2011. Dimana para teroris berhasil membajak empat pesawat. Dua diantaranya, menambrak World Trade Center hingga bangunan itu akhirnya runtuh. Sedangkan satu pesawat menambrak Pentagon dan satu pesawat lainnya jatuh di pedesaan, Pennsylvania. Kejadian ini seketika menghilangkan hingga ribuan nyawa.

BACA JUGA: Ini Dia Foto Tumpahan Minyak yang Dicurigai Milik MH370

Namun mayoritas kecelakaan pesawat, diakibatkan karena faktor human error ataupun masalah teknis penerbangan. Berikut beberapa contoh tragedi dalam dunia penerbangan, yang menghilangkan ratusan nyawa dalam satu kali kejadian, dilansir dari laman CNN.

3 Maret 1974 : 346 orang dinyatakan tewas setelah pesawat Turkish Airlines DC-10 mengalami dekompresi mendadak tak lama setelah lepas landas dari Paris. Pesawat terjun bebas dan meledak di sebuah taman di Ermeonville , Perancis.

BACA JUGA: Ada Seniman, Ahli Kaligrafi dan Lima Balita di Pesawat MH370

27 Maret 1977 : Karena salah komunikasi, pesawat Royal Dutch Boeing 747 yang mulai lepas landas, menabrak Pan American World Airways Boeing 747, saat pesawat itu masih di landasan pacu Bandara Los rodeo di Tenerife, Kepulauan Canary. Sebanyak 574 orang dari dua pesawat naas tersebut, dinyatakan tewas.

25 Mei 1979 : Sayap kiri dari American Airlines DC - 10 jatuh saat mencoba untuk lepas landas dari Bandara Internasional Chicago O'Hare. 275 orang dinyatakan tewas.

BACA JUGA: Pilot Lain Sempat Berkomunikasi Dengan Malaysia Airlines

28 November 1979 : Diyakini karena kesalahan navigasi, 275 penumpang dan awak pesawat Air New Zealand, dinyatakan tewas setelah pesawat jatuh di Antartika.

12 Agustus 1985 : Kecelakaan mematikan dengan melibatkan satu pesawat, Japan Airlines Flight 123-Boeing 747. Pesawat naas ini mengalami kecelakaan sesaat setelah lepas landas dari Tokyo. 520 orang dinyatakan tewas dan empat orang, secara ajaib dinyatakan selamat meski dengan luka permanen.

26 Mei 1991 : Dua belas menit setelah lepas landas , Lauda Air Penerbangan 004 mengalami masalah di udara . Boeing 767 itu akhirnya meledak di sekitar 70 km sebelah barat laut dari Bangkok , Thailand. 223 penumpang dan awak dinyatakan tewas.

11 Juli 1991 : Roda pesawat Nigeria Airways dilaporkan terbakar tak lama setelah lepas landas dari Jeddah , Arab Saudi. Meski berusaha melakukan pendaratan darurat, namun pilot tak berhasil melakukan pendaratan dengan baik. Sebanyak 261 orang di atas pesawat dinyatakan tewas.

26 April 1994 : Pilot China Airlines Flight 140 melaporkan ke menara kontrol di Bandara Nagoya, Jepang bahwa mereka berniat melakukan pendaratan darurat. Namun Airbus A300 tidak pernah sampai ke lintasan dan mengalami kecelakaan. 264 penumpang pesawat dinyatakan tewas dan beberapa penumpang dinyatakan selamat.

17 Juli 1996 : Penerbangan TWA 800 meledak di udara tak lama setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional John Kennedy, New York. Pesawat jatuh berkeping-keping di lepas pantai Long Island. 230 penumpang dinyatakan tewas. Dari hasil penyelidikan diketahui, telah terjadi korsleting listrik di tangki bahan bakar sayap pesawat.

12 November 1996 : Saudi Arabian Airlines Boeing 747 dan Kazakhstan Airlines II-76 bertabrakan di atas bandara, New Delhi, India. Menewaskan 349 orang di kedua pesawat.

6 Agustus 1997 : Flight 801 yang telah meninggalkan Seoul , Korea Selatan , berada di dekat tujuan akhir di Guam ketika membentur hutan dan jatuh ke tanah. Pesawat Boeing 747 itu hancur dan 228 orang dilaporkan tewas. 26 orang lainnya dinyatakan selamat.

26 September 1997: Garuda Indonesia penerbangan 152 crash di Buah Nabar, Indonesia , menewaskan 234 orang. Hasil dari penyelidikan yang baru keluar tiga tahun kemudian menyatakan, kecelakaan itu akibat korsleting listrik yang menyulut uap di tangki bahan bakar.

16 Februari 1998 : Terbang melalui hujan dan kabut, pilot China Airlines Flight 676 dari Indonesia ke Taiwan meminta izin melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Internasional Taipei. Sayangnya, dalam proses pendaratan, pesawat justru mengalami tabrakan dan menewaskan 196 penumpang serta tujuh orang lainnya di darat.

2 September 1998 : Sebuah pesawat jet Swissair yang telah berangkat dari Bandara Kennedy New York dalam perjalanan ke Jenewa , Swiss, terjun bebas di lepas pantai Nova Scotia , Kanada. Tak satu pun dari 229 penumpang di pesawat tersebut selamat. Hasil penyelidikan, pesawat diyakini kehilangan seluruh daya listrik sesaat sebelum kecelakaan.

12 November 2001: Beberapa minggu setelah peringatan 9/11, American Airlines Flight 587 membangkitkan ketakutan dan kepanikan, ketika kehilangan daya dan jatuh di Belle Harbor , Queens. Meskipun sempat dikaitkan dengan kasus terorisme, namun dewan Keselamatan Transportasi AS  tidak menemukan bukti sabotase . 260 penumpang dan lima orang di darat, dinyatakan tewas akibat kecelakaan tersebut.

25 Mei 2002 : Dua puluh menit setelah lepas landas , China Airlines Penerbangan 611 jatuh ke Selat Taiwan - yang mengakibatkan 225 korban jiwa . Kecelakaan itu kemudian dikaitkan dengan terjadinya keretakan pada seluruh badan pesawat Boeing 747 itu.

1 Juni 2009 : Penerbangan Air France 447 adalah perjalanan dari Rio de Janiero ke Paris. 228 penumpang dan awak pesawat, tak pernah sampai ke tujuan dan dinyatakan hilang di suatu tempat di atas Samudera Atlantik. Tidak banyak yang dapat ditemukan dari badan pesawat. Baru lima hari kemudian, sesosok mayat yang diyakini penumpang pesawat naas itu mengapung sekitar 600 mil di lepas pantai utara Brasil. Dua tahun kemudian, pihak berwenang Perancis menyatakan pesawat mengalami kecelakaan akibat kerusakan peralatan.(afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Malaysia Airlines Hilang, Polri Siapkan Tim DVI Pusdokkes


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler