Begini Cara Danone Aqua Edukasi Para Pemudik Mengelola Sampah Plastik

Minggu, 30 April 2023 – 19:37 WIB
Danone Aqua berkomitmen menangani masalah sampah plastik di Indonesia dengan meluncurkan kampanye mudik bijak sampah. Foto: Dok Danone Aqua

jpnn.com, JAKARTA - Danone Aqua terus melanjutkan komitmen pengelolaan sampah plastik dengan menyediakan dropbox atau kotak sampah bagi pemudik untuk membuang sampah plastik mereka.

"Danone Aqua kembali menegaskan komitmen menangani masalah sampah plastik di Indonesia dengan meluncurkan kampanye mudik bijak sampah," kata Direktur Sustainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo di Jakarta.

BACA JUGA: Lihat, Kapolres Rohil & Jajarannya Berpatroli Rumah Kosong Selama Musim Mudik Lebaran

Komitmen pengelolaan sampah kali ini ditunjukan melalui kampanye Mudik Bijak Sampah. Gerakan ditandai dengan menyediakan sejumlah kotak pengumpulan botol plastik bekas pakai.

Dropbox disediakan di 36 titik di berbagai rest area di pulau Jawa. Kampanye bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia agar mengubah perilaku serta meningkatkan keterlibatan dalam mengurangi, mengelola dan memilah sampah, khususnya sampah plastik.

BACA JUGA: Sikat Benalu dan Sampah, Kapolri Tak Pandang Bulu dalam Menegakkan Hukum

Para pemudik dapat meletakkan botol plastik bekas pakai dalam dropbox yang tersebar di beberapa rest area seperti, KM 88, KM 147 tol Cipularang, serta KM 166 tol Cipali.

Para pemudik dapat mengunggah foto aksi mereka di media sosial untuk mendapatkan bingkisan menarik dari Danone-AQUA setelah meletakkan botol plastik dalam dropbox.

BACA JUGA: Pemprov DKI Catat Jumlah Sampah di Jakarta Menurun Selama Lebaran

Kampanye juga sebagai bentuk dukungan Danone bagi ekonomi sirkular dalam penanganan sampah plastik yang tertuang dalam gerakan dimaksud.
Gerakan memiliki tiga misi utama yakni pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, edukasi pengelolaan sampah ke masyarakat serta inovasi kemasan produk Aqua.

Karyanto berharap kegiatan ini dapat mengedukasi para pemudik untuk mengelola sampah dan menularkan kepada lingkungan sekitar saat sampai di kampung halaman.

Kampanye juga sejalan dengan gerakan Danone untuk mengumpulkan kemasan plastik lebih banyak dari pada yang dikonsumsi pada 2025.

"Selain itu kami berharap mendukung pemerintah dalam mengurangi jumlah sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik saat tingginya aktivitas perjalanan masyarakat saat mudik," katanya.

Kampanye Mudik Bijak Sampah dilakukan selama musim lebaran 2023 atau 1444 H. Periode tersebut diprediksi menjadi puncak arus mudik sehingga ada peningkatan arus lalu lintas masyarakat yang pulang ke kampung halaman masing-masing.

Danone Indonesia akan memimpin kampanye nasional untuk pendidikan daur ulang yang menjangkau 100 juta konsumen serta 5 juta anak-anak pada 2025. Juga dengan menggunakan 100 persen kemasan yang dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang atau dijadikan kompos pada 2025.

"Target lainnya adalah untuk meningkatkan kandungan bahan daur ulang dalam kemasan botol hingga 50 persen pada 2025," kata Karyanto.

Salah seorang pemudik Sasa mengaku sangat terbantu dengan kampanye Danone Aqua ini. Menurutnya, keberadaan dropbox plastik bekas itu memudahkan para pemudik untuk membuang sampah plastik sambil menjaga kebersihan lingkungan.

"Musim mudik kali ini saya banyak bawa perlengkapan makan berbahan plastik, tapi bingung kan mau buang sampah dimana. Adanya dropbox sampah plastik ini membantu sekali saya untuk membuang botol plastik," katanya.

Setali tiga uang, Jodi (24) juga mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut. Pemudik asal Wonogiri, Jawa Tengah ini mengaku mendapatkan informasi tambahan terkait pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap lingkungan.

Dia menilai, keberadaan dropbox itu juga memudahkan dirinya untuk mengumpulkan sampah plastik bekas pakai. Jodi menilai positif kampanye bijak sampah yang dilakukan Danone karena dapat mendorong masyarakat lebih memperhatikan saat membuang sampah plastik.

Pemudik lainnya, Samikun (54) mengapresiasi kampanye bijak sampah tersebut. Pemudik asal Pemalang ini menilai kegiatan itu dapat memberikan edukasi ke generasi selanjutnya sambil membiasakan mereka membuang sampah pada tempatnya dan sesuai kategori.

"Dari kegiatan ini anak saya jadi belajar tidak hanya bagaimana membuang sampah yang benar tapi juga bermanfaat bagi warga lainnya," kata Samikun yang mudik bersama keluarga besarnya ke Kebumen, Jawa Tengah.(dkk/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler