Begini Jadinya Suami Tergoda Bujang Pemanjat Kelapa Sawit

Selasa, 09 Agustus 2016 – 00:14 WIB
Begini Jadinya Suami Tergoda Bujang Pemanjat Kelapa Sawit. Gilang/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com - Godaan pria masa kini itu tidak hanya wanita cantik nan seksi. Godaan terbesar juga datang dari pria gagah dan kuat seperti Donjuan, 30.

Pria asal Waru Sidoarjo sebut Donlesi, 38, akhirnya meninggalkan hasrat bercintanya dengan istrinya, Karin, 35, dan beralih kepada Donjuan. 

BACA JUGA: Akhirnya..Bandara Babullah Kembali Dibuka

Umi Hany Akasah - Radar Surabaya 

ISTRI-ISTRI zaman dulu paling takut kalau suaminya dekat dengan wanita. Sekarang ketakutan itu bisa dua kali lipat.

BACA JUGA: Tolong..Warga Raas Kesulitan Aliran Listrik

Ya, takut didekati wanita dan juga pria. Seperti Karin yang akhirnya mau tidak mau melepaskan suaminya, Donlesi.

Setelah tinggal di Kutai Kertanegara sebagai pengawas perkebunan kepala sawit, Donlesi tertarik dengan pria dan juga wanita.

BACA JUGA: Ternyata 8.500 Kendaraan Belum Ber-STNK

“Empat tahun lalu, saya pernah memergoki suami kecantol dengan wanita Dayak. Aduh nglepasinnya pakai segala ilmu, ya dukun ya santetlah,” kata Karin di sela-sela sidang cerai di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Senin (8/8). 

Takut sang suami kecantol dengan wanita Dayak lagi, Karin pun akhirnya turut serta ke Kalimantan. 

Dua putrinya ditinggalkan karena bersekolah di Surabaya. Selama setahun, Karin tinggal dan tidur di kontrakan kawasan Kutai.

Namun, karena biaya hidup mahal dan anak-anaknya meminta pulang ke Kebonsari, Karin pun meninggalkan Donlesi sendirian di Kalimantan.

Karin mengaku, sebenarnya sangat takut jauh dengan suaminya. Apalagi, suaminya pernah kecantol dengan wanita lainnya.

Tapi, apalah daya, Donlesi sudah terikat kontrak dengan perusahaan sawit Korea.

Jika, Donlesi melanggar, maka dia diminta untuk membayar ganti rugi atau finalti sebesar Rp 100 juta. 

Selain itu, lanjut Karin, gaji sebagai pengawas perkebunan cukup besar yakni Rp 9 juta per bulan. 

Untuk menenangkan hatinya, Karin pun meminta Donlesi untuk bersumpah tidak bercinta dengan seorang wanita.

Donlesi pun berjanji di depan pusara orang tuanya. Bila itu dilakukan, Donlesi bersumpah bila alat kelaminnya tidak akan bisa berfungsi normal lagi.

“Saya juga kasih minum-minuman (ramuan dari dukun, Red) supaya dia tidak aneh-aneh lagi di Kalimantan,” jelas dia.

Selama tinggal di Kutai, Donlesi tinggal di mess bersama anak buahnya. Mess berada di sekitar kebun sehingga jauh dari pusat kota.

Di mess itu, Donlesi tinggal bersama para bujang yang mayoritas adalah pemanjat kelapa sawit. Salah satunya, adalah Donjuan, pria asal Solo. 

Karin menyatakan sempat dekat dengan Donjuan dan menganggap dia sebagai adik. “Saya sih tenang, suami tidak ngontrak sendirian, tapi tinggal di mess sama bujang-bujang. Ya mana mungkinlah jeruk makan jeruk atau pisang makan pisang,” kata dia.

Sayangnya, prediksi Karin salah total. Karin melihat suaminya berfoto-foto pelukan dengan Donjuan. Ada pula yang cium-ciuman pipi.

Setelah ditelusuri di facebook, Donjuan dan Donlesi ternyata bergabung daya komunitas pria gay Indonesia.

“Empat bulan lalu saya ke Kutai. Saya temukan dia berpelukan mesra di kamar sama Donlesi. Eh ternyata di kamar-kamar lainnya juga gitu. Peluk-pelukan sama pria. Hi ngeri ah,” pungkas Karin. (*/no/jpg) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Usai Evakuasi Jasad Korban, Pemuda Ini Kesurupan, Hii... Ngeri Ah...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler