Begini Kronologi Kerusuhan versi Suporter

Senin, 23 Mei 2016 – 02:51 WIB
ILUSTRASI. FOTO: AFP

jpnn.com - GRESIK – Banyaknya media yang menyudutkan Ultrasmania dalam kericuhan dengan suporter PS TNI, saat laga di Stadion Petrokimia, Minggu (22/5) sore ternyata tak sepenuhnya benar. 

Sumber di internal suporter Gresik yang terlibat kericuhan secara langsung memberikan kronologisnya secara detail. Intinya, ada kesalahpahaman.

BACA JUGA: Djokovic Nggak Cuma Jago Tenis, Ini Buktinya

Dari penjelasannya, kejadian berawal saat suporter PS TNI seluruhnya di tempatkan di sektor 6 (tribun belakang gawang sisi selatan). Sektor 5, yang biasanya tempat tribun gerak Ultras Gresik, dikosongkan.

“Sebenarnya ultras keberatan karena di sanalah tempat untuk mendukung dan bernyanyi. Akhirnya, tribun gerak memilih boikot. Semua drum dibawa ke luar,” kata sumber tersebut.

BACA JUGA: Serena Williams Kejar Rekor Hebat Steffi Graf

Setelah itu, di depan sektor 6 ada beberapa spanduk Ultras, suporter PS TNI keberatan. Mereka melepas dengan paksa, ada yang sampai sobek.

Kemudian, kondisi mulai memanas dan Ultras tidak terima. Tapi, mereka tak membalas, hanya mulai bernyanyi menyindir aksi suporter PS TNI

BACA JUGA: Biasanya Dipuji, Kini TNI Di-Bully

“Suporter kemudian bernyanyi ndeso-ndeso. Suporter PS TNI tidak terima, dan mulai melakukan pelemparan botol-botol ke arah Ultras. tapi tidak kena, karena jaraknya jauh, sektor 5 kan steril,” ungkapnya.

Menjelang laga dimulai, beberapa Ultras bermaksud memindahkan scaffholding Dirijen Ultras yang ada di depan sektor 5, geser ke sektor 4.

“Nah di situ ada spanduk PS TNI. Kawan-kawan Ultras hanya bermaksud memindahkan spanduknya, bukan melepas spanduknya, tapi suporter PS TNI mengartikannya lain. Tanpa ada komando, mendadak hampir separuh suporter PS TNI turun ke lapangan, mengejar kawan-kawan Ultras yangg sedang akan memindahkan scaffholding,” paparnya.

“Kawan-kawan pun lari tunggang langgang. Mereka juga merangsek ke depan sektor 4, dan aksi saling lempar bermacam benda pun tak terelakan. Di situ kemudian ricuh dan pertandingan sempet terhenti," jelas sumber tersebut. 

Sejauh ini, ada 50-an korban luka yang semuanya adalah suporter Ultras Gresik. Beberapa korban dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik dan RS Semen. Beberapa yang terluka dan dirawat itu antara lain Saiful Anam (32 tahun), Anisah Asroin (32 ), Rizal Samsudin (20), Fradi (27), dan Ainur Fais (20).(dkk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... SIMAK! Pengakuan Ultras Korban Serbuan Maut Suporter PS TNI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler