Begini Mekanisme Baru Pengadaan Barang dan Jasa Pertamina

Jumat, 25 September 2015 – 23:05 WIB
Kantor Pertamina/ Jawa Pos

jpnn.com - JAKARTA - PT Pertamina terus mengencangkan ikat pinggang untuk  menghadapi nilai tukar rupiah yang semakin merosot serta harga minyak dunia yang masih rendah. Terlebih, transaksi Pertamina banyak yang menggunakan dolar AS.

Selain menjalankan lima strategi, salah satu upaya yang paling getol dilakukan korporasi adalah sentralisasi pengadaan barang dan jasa.

BACA JUGA: Wahai Pemerintah, Dengarkan Curhatan Garuda Indonesia Ini

VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menjelaskan, bila dulu unit usaha Pertamina melakukan pengadaan barang dan jasa secara mandiri, sekarang semuanya harus melalui Pertamina pusat.

Sebab, kata Wianda pengadaan barang dan jasa kerap tidak efektif. Dimana ada lebih dari satu anak usaha yang melakukan pengadaan barang yang sejenis. Padahal, bisa dilakukan penghematan.

BACA JUGA: Masyarakat Harap Tenang! Stok Pangan Masih Aman

"Dari situ bisa dilakukan penghematan, dari sana penghematannya bisa sekitar USD90 juta," ujar Wianda di kantornya, Jakarta, Jumat (25/9).

Selain itu, Pertamina juga melakukan penghematan pengadaan crude dan produk. Dimana, Pertamina selalu mencari harga minyak mentah yang kompetitif. (chi/jpnn)

BACA JUGA: Pengusaha Tak Setuju Pemda Ikut Atur Peredaran Minuman Berakohol

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yakin Dana Desa Pulihkan Perekonomian


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler