Begini Strategi Bea Cukai Wilayah Indonesia Timur Menggali Potensi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2020 – 16:18 WIB
Petugas Bea Cukai saat memberikan pelayanan. Foto: Bea Cukai for JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Berbagai upaya dilakukan Bea Cukai di wilayah timur Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu satunya dengan menggali berbagai potensi ekspor hingga memberikan stimulus berupa fasilitas kepabeanan.

Bea Cukai juga aktif membagikan informasi dan pengetahuan di bidang ekspor impor guna meningkatkan pemahaman para pelaku usaha, seperti yang dilakukan pada Kamis (22/10) lalu.

BACA JUGA: Dorong Ekspor, Bea Cukai Bandung Lakukan Asistensi Terkaiti Kawasan Berikat

Bea Cukai Kupang bekerja sama dengan Direktorat Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga menggelar seminar, pameran, dan klinik ekspor untuk memberikan informasi kepabeanan dan cukai, serta mendorong industri kecil dan menengah agar dapat bersaing di pasar internasional.

Kepala Kantor Bea Cukai Kupang I Ketut Suardinaya mengatakan kegiatan itu diadakan untuk mendorong para pelaku industri agar dapat meningkatkan ekspor.

BACA JUGA: Oknum Perwira Polisi Pengkhianat Bangsa, Reza Sebut Motif Kerakusan

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan semangat masyarakat Kupang, khususnya para pelaku IKM untuk berani memperluas pemasaran produknya hingga luar negeri," ucap Ketut Suardiyana.

Sementara pada hari yang sama, Bea Cukai Ternate dan Bea Cukai Ambon juga mengadakan bimbingan teknis kegiatan ekspor impor untuk para pelaku usaha di Maluku.

BACA JUGA: Ini Gejala yang Dirasakan Setelah Divaksin Covid-19, Jangan Panik

Bea Cukai Ternate menghadiri forum yang diadakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara bertema "Peluang dan Tantangan dalam Meningkatkan Ekspor Non Migas di Provinsi Maluku Utara".

Amran Husen selaku narasumber yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun mengatakan tantangan yang kini dihadapi dunia usaha di Maluku Utara cukup beragam.

Di antara persoalan itu adalah belum memadainya infrastruktur, kurangnya konektivitas produsen di Maluku Utara dengan calon pembeli maupun investor yang berada di luar negeri.

"Perlu adanya terobosan agar peningkatan ekspor dapat terealisasi, peran aktif dalam mendukung kegiatan-kegiatan UMKM dan rumah produksi agar cita-cita untuk merealisasikan ekspor dari Maluku Utara dapat terwujud," kata Amran.

Kepala Seksi pada Bea Cukai Ternate Eko Budyanto menyampaikan bahwa jajarannya siap untuk membantu para pelaku usaha untuk mendorong ekspor.
“Kami siap memberikan informasi dan edukasi tata cara ekspor. Kami berharap dengan diselenggarakannya acara ini banyak pelaku usaha semakin tergerak untuk melakukan ekspor dari Maluku Utara," ujar Eko.

Masih di wilayah Kepulauan Maluku, Bea Cukai Ambon secara aktif jemput bola mencari potensi ekspor di wilayah Banda. Seperti pada Rabu (21/10), mereka mengunjungi CV Mitra Nelayan yang bergerak dalam bidang perikanan.

Perusahaan itu menjadi salah satu penampung ikan untuk didistribusikan ke PT Maluku Prima Makmur di Ambon, yang bergerak dibidang ekspor hasil perikanan, maupun untuk dijual secara lokal.

Walaupun sempat terhambat beberapa bulan akibat pandemi Covid-19, hal itu tidak menjadikan perusahaan tersebut berhenti beroperasi. Mereka justru mencari cara bagaimana agar tetap dapat produktif seperti yang telah dicapai sampai sekarang.

Rydol Telussa selaku Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama di Bea Cukai Ambon, mengatakan akan terus membina CV Mitra Nelayan agar ke depan dapat melakukan ekspor secara mandiri.(*/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler