Begini Upaya Bea Cukai Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Yogyakarta dan Kuningan

Rabu, 16 November 2022 – 22:04 WIB
Bea Cukai turut hadir rapat koordinasi terkait potensi ekspor komoditas lokal dan optimalisasi fasilitas kepabeanan di masing-masing wilayah. Foto: Dokumentasi Humas Bea Cukai

jpnn.com, YOGYAKARTA - Bea Cukai terus menjalin sinergi yang baik dengan pemerintah daerah (pemda) guna meningkatkan kualitas dan kondisi ekonomi masyarakat.

Sinergi yang dilakukan Bea Cukai salah satunya melalui rapat koordinasi (rakor) terkait potensi ekspor komoditas lokal dan optimalisasi fasilitas kepabeanan di masing-masing wilayah.

BACA JUGA: Datangi Pedagang di Pasar, Bea Cukai Ajak Masyarakat Gempur Rokok Ilegal

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Hatta Wardhana menyampaikan pihaknya akan terus berupaya memaksimalkan peran industri dalam negeri dalam menunjang ekonomi nasional.

“Melalui rapat kooordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait, kami harap dapat membantu menyelesaikan kendala-kendala bidang kepabeanan di lapangan serta mampu mengoptimalkan potensi ekspor komoditas lokal,” ujar Hatta Wardhana melalui keterangan yang diterima, Kamis (16/11).

BACA JUGA: Bea Cukai Semarang Lepas Ekspor Perdana 40 Ribu Produk Coffee Maker ke Amerika Serikat

Bea Cukai Jogja misalnya, turut hadir dalam rakor Forum Komunikasi dan Konsultasi Ekspor Impor Daerah Istimewa Yogyakarta (Forkom Eksim DIY) yang berlangsung padsa Rabu (9/11).

Dalam kegiatan tersebut dibahas terkait upaya peningkatan kapasitas industri olahan makanan minuman menuju ekspor yang menjadi target Pemerintah DIY untuk mengoptimalkan ekspor olahan pangan.

“Meskipun mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, sektor industri pengolahan tetap menjadi kontributor terbesar pada produk domestik regional bruto (PDRB) DIY dengan kontribusi sebesar 12,83 persen," sebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Syam Arjayanti.

Menurut Syam, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa kendala yang dihadapi, seperti kurangnya pengetahuan dan strategi pemasaran produk IKM, kurangnya pengetahuan dan kemampuan pengurusan dokumen ekspor, kurangnya efisiensi dalam biaya distribusi dan logistik, serta kemampuan produktivitas dan akses pembiayaan.

Menanggapi kendala tersebut, Hatta Wardhana mengatakan diperlukan pendampingan kepada pengusaha berskala kecil agar dapat berkembang menjadi perusahaan berskala besar, seperti pendampingan terkait pembukuan, akses pasar, kebutuhan produksi, serta permodalan.

“Jadi melalui pendampingan dari unit terkait diharapkan industri yang kita sasar dapat berkembang dan mengekspor produknya dengan mudah,” terangnya.

Sebelumnya pada Jumat (28/10), Bea Cukai Jogja turut hadir dalam rapat evaluasi implementasi kebijakan penanaman modal dan kolaborasi sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan rencana umum penanaman modal DIY.

Melalui kegiatan yang diselenggarakan Setdaprov DIY itu dibahas beberapa hal penting, seperti perkembangan terkini perekonomian, kebijakan penanaman modal, serta permasalahan dan evaluasi terkait penanaman modal di daerah tersebut.

“Selam ini Bea Cukai Jogja terus berupaya turut serta dalam menumbuhkan perekonomian DIY, salah satunya melalui pemberian fasilitas-fasilitas kepabeanan, seperti fasilitas kawasan berikat yang dapat menyediakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat lokal di DIY,” beber Hatta Wardhana.

Di Kuningan, Bea Cukai Cirebon melakukan kunjungan ke Pemkab Kuningan bersama dengan PT Shoetown Ligung Indonesia untuk membahas rencana peningkatan kualitas calon tenaga kerja di Kabupaten Kuningan pada (24/10) lalu.

Dalam kunjungan ini, PT Shoetown Ligung Indonesia akan menyumbangkan 20 unit mesin jahit sepatu untuk Pemkab Kuningan yang akan dimanfaatkan di Balai Latihan Kerja Kabupaten Kuningan. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler