Beginilah Detik-detik Tenggelamnya Pompong Versi Korban Selamat

Senin, 22 Agustus 2016 – 08:07 WIB
Resty, warga Batam yang selamat saat menceritakan peristiwa karamnya pompong Tanjungpinang-Penyengat, Minggu pagi (21/8/2016). Foto: istimewa/boeralimar for batampos/jpg

jpnn.com - TANJUNGPINANG - Korban selamat kapal pompong yang tenggelam saat menyeberang dari Tanjungpinang-Penyengat, Minggu pagi (21/8) hanya dua orang. 

Kduanya adalah Resty Rindasari warga Kota Batam dan Said Umarullah, tekong warga Penyengat. 

BACA JUGA: Tangis Histeris, “Ya Allah Cobaan Apa Ini… Ya Allah…ga kuat Saya”

Seperti diberitakan batampos (Jawa Pos Group), hari ini (22/8), dalam kondisi trauma, Resty, 26, berusaha menceritakan peristiwa detik-detik pompong tenggelam yang menelan 10 korban tewas dan lima hilang itu.

Berikut inti keterangan Resty kepada Basarnas:

BACA JUGA: Wasiat Kakak Sebelum Meninggal, Minta Adik Nikahi Suaminya

1. Pompong berangkat pukul 08.30 WIB.  Resty berada di Pelabuhan Penyengat untuk membeli tiket Kapal Pompong Menuju Pulau peyengat dengan kondisi Awan sudah mulai mendung.

2. Restyi menanyakan kepada Penjual tiket  apakah perjalanan ke Penyengat aman atau tidak soalnya mendung.

BACA JUGA: Jual HP Hasil Menjambret di FB, Yang Beli Polisi

3. Penjual tiket menjamin perjalanan ke penyengat aman walapun dalam keadaan mendung.

4. Pukul 09.00 WIB di depan pelabuhan SBP Antara Tanjungpinang dan Penyengat, tiba-tiba angin kencang disertai hujan lebat dan ombak kuat.

5. Kemudian air laut mulai memasuki pompong dan para penumpang panik karena pompong semakin turun.
Pompong pun terbalik.

6. Resty lalu melompat dan mencoba berenang meraih kapal yang terbalik sebagai tempat tumpuan agar tidak tenggelam.

7. Resty selamat bersama tekongnya, sementara 10 lainnya tewas dan lima masih hilang.

Sementara itu, informasi dari masyarakat sekitar, pompong tidak layak laut mengingat kondisi cuaca buruk (angin barat) dan sebagian besar penumpang tidak pandai berenang sehingga banyak menimbulkan korban.

Pada saat terjadi Laka Laut sudah diketahui oleh banyak orang namun karena kondisi cuaca yang sangat buruk sehingga tidak ada yang berani untuk menolong karena berisiko. (nur/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kerap Ganggu Warga, Pemuda Dirantai Keluarga


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler