Bekas Penulis Obor Rakyat yang Kini Mendukung Nawa Cita

Selasa, 12 Januari 2016 – 22:15 WIB
Darmawan Sepriyossa saat menjadi salah satu pembicara dalam sebuah pelatihan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). FOTO: facebook

jpnn.com - JAKARTA - Nama Darmawan Sepriyossa menjadi perbincangan hangat karena terlibat dalam penulisan dan penerbitan tabloid Obor Rakyat. Ya, tabloid tersebut telah melakukan propaganda hitam kepada Joko Widodo di masa kampanye Pilpres 2014 lalu. Namun kini dia telah berubah haluan.

Setelah memenuhi undangan Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) sebagai sebagai salah satu pembicara dalam sebuah pelatihan, Darmawan terang-terangan mendukung program Nawa Cita Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Ada Lagi Nih! PNS Kemendagri Hilang, Diduga Gabung Gafatar

Kegiatannya dalam agenda Kementerian PAN-RB sempat dihujat oleh para pendukung Jokowi di media sosial. 

Tapi, kini Darmawan adalah pendukung program Jokowi, terutama soal membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

BACA JUGA: Datang ke Istana, Djan Faridz Bawa Pesan dari Mbah Moen

Di facebooknya (Darmawan Sepriyossa Asli) Darmawan mempublikasikan artikelnya yang berjudul "Sebenarnya, Nawa Cita Paling Memungkinkan Pemerataan". 

"Presiden Jokowi tidak banyak berteori di awal-awal pemerintahannya. Tapi itu justru menjadi berkah tersendiri. Ia tidak ditarik-tarik pemikiran sok akademis dalam menjalankan kerja kabinetnya. Ia bisa sepenuhnya menurutkan kata hati, nurani dan hati kecil, yang tentu saja didukung hasil olah pikir dan pengalaman selama ini," tulisnya, Senin (11/1) malam.

BACA JUGA: Mabes Polri : Gafatar Kelompok Berbahaya

Di butir ketiga Nawa Cita menegaskan pembangunan Indonesia dari pinggiran, sebenarnya merupakan resep mujarab tak hanya untuk meraih kemakmuran secara lebih merata ke masa depan yang dekat secara lebih cepat.
“Membangun dari pinggiran sejatinya menjadi pengobat luka, penawar sekian banyak kekecewaan, setelah sekian lama daerah-daerah pinggiran itu terlupakan dan menjadi marjinal," jelas Darmawan.

Sudah pada tempatnya, tambah Darmawan, jika pemerintahan Jokowi menaikkan anggaran transfer ke daerah dan dana desa, yang dalam APBN 2016 tercatat sebesar Rp 770,2 triliun. 

Dana itu Rp 723,2 triliun untuk transfer ke daerah dan Rp 47 triliun untuk dana desa. Sementara itu, untuk membuka akses ke daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi, agar berkembang, sarana jalan pun dibuat.

"Tentu saja, kita semua masih harus bersabar untuk terus bekerja dengan fokus senyampang menantikan hasil yang kian nyata akan dituai. Namun ada satu hal yang menggembirakan dan patut disyukuri, kita telah berada di jalan yang benar untuk meraih semua itu," tutup Darmawan dalam artikel itu. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mau Tahu Tugas Johan Budi di Istana? Masuk Sini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler