Bekraf Umumkan Kurator Terpilih VAB 2018

Senin, 16 Oktober 2017 – 14:13 WIB
Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik saat pengumuman penjurian tahap kedua VAB 2018 di bilangan Hayam Wuruk Jakarta, Minggu (15/10). Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) tengah mempersiapkan keikutsertaan Indonesia dalam Venice Architecture Biennale (VAB) 2018 di Giardini, Arsenale, dan di sekitar tempat lain di Venezia, 26 Mei-25 November 2018.

Seleksi kurator paviliun Indonesia telah memasuki penjurian lima finalis.

BACA JUGA: Bekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Program Satu Pintu

Seleksi itu digelar untuk mencari kurator yang memiliki ide atau konsep tema terbaik untuk dijadikan tema utama paviliun Indonesia.

“Kurator terpilih beserta timnya akan menjadi penanggung jawab substansi pameran termasuk rancangan paviliun, buku/katalog pameran serta berbagai program acara paviliun Indonesia," ungkap Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik, Minggu (15/10).

BACA JUGA: Bekraf Dukung FWD Hackathon 2017

Ketua Komisioner Venice Architecture Biennale itu menambahkan, VAB tahun 2018 mengambil tema free space.

Kelima finalis yang masuk pada penjurian tahap kedua adalah nomor urut VAB 010, VAB, VAB 033, VAB, dan VAB 051.

BACA JUGA: Bekraf Minta Kurasi di Otenta

Dari kelima finalis ini, dewan juri memutuskan peserta nomor urut  VAB 010 dengan tema Sunyata menjadi wakil Indonesia.

Ricky menambahkan, panitia VAB 2018 telah mengumumkan keikutsertaan Indonesia. Harapannya, paviliun Indonesia mendapat banyak perhatian.

Menurut Ricky, dalam penjurian ini, para kandidat kurator paviliun Indonesia telah memberikan usulan atau proposal konsep pameran.

Usulan itu tidak saja menjawab tema besar pameran dengan menggali sebesar-besarnya kekayaan, perkembangan, dan potensi arsitektur Indonesia.

Proposal juga dapat menggugah dan membangun diskursus perkembangan arsitektur di Indonesia di masa mendatang.

Format pameran paviliun Indonesia diharapkan tidak sekadar menampilkan materi secara menarik, tetapi juga menyajikan suatu format kontemporer terbaru.

"Seleksi ini dilakukan dalam dua tahap yang bertujuan mencari kandidat tim yang dapat memimpin proses kurasi/penyusunan materi pameran bagi paviliun Indonesia. Tim ini harus terdiri dari arsitek dan atau desainer/seniman yang memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian, pengembangan, desain pameran secara orisinal dan profesional," ujar anggota Dewan Juri Seleksi Kurator Paviliun Indonesia itu.

Dia menambahkan, selama proses seleksi ini, Bekraf tidak bekerja sendirian.

Bekraf juga bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan perorangan yang mewakili berbagai profesi dan keahlian.

Menurut dia, pameran dua tahunan yang dikenal juga dengan nama La Biennale Di Venezia, adalah salah satu event arsitektur bergengsi dunia.

Seperti penyelenggaraan sebelumnya, pameran 2018 ini juga berlangsung selama  enam bulan yaitu dari tanggal 26 Mei hingga 25 November 2018.

“Karena itu, Bekraf, IAI, dan perorangan yang mewakili berbagai profesi mencari kandidat tim yang dapat memimpin proses kurasi/penyusunan materi pameran bagi Paviliun Indonesia. Tim ini harus terdiri dari arsitek dan atau desainer/seniman yang memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian, pengembangan, desain pameran secara orisinal dan profesional," terangnya.

Terkait dengan proses seleksi, Ricky menjelaskan, tahapan dimulai pada 19 September yang didahului dengan talkshow dan penjelasan seleksi kurator paviliun Indonesia.

Pada tanggal 30 September batas waktu pendaftaran peserta. Pada 7 Oktober batas waktu pemasukan proposal.

Sementara itu, pada 8-9 Oktober seleksi tahap pertama. Pada 10 Oktober pengumuman shortlist untuk seleksi tahap kedua.

Sedangkan 11-14 Oktober persiapan materi seleksi tahap kedua dan pada 15 Oktober seleksi tahap kedua-presentasi.

Untuk dewan juri, Ricky menjelaskan, ada tujuh orang yang mewakili berbagai profesi, keahlian, dan lembaga.

Yakni, Ricky Joseph Pesik, Ahmad Djuhara dari IAI, Gunawan Tjahjono (IAI), Budi Lim (IAI), Achmad D. Tardiyana, Goenawan Mohamad, dan Jay Subyakto.

"Pada 10 Oktober, dewan juri seleksi kurator telah melakukan penilaian terhadap 41 proposal yang masuk dari 71 tim yang mendaftar dan memutuskan lima proposal yang lolos kepenjurian selanjutnya. Hari ini (15/10) adalah tahap kedua seleksi kurator paviliun Indonesia VAB 2018 yaitu presentasi di hadapan dewan juri," pungkas Ricky. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bekraf Kebut Pengembangan Industri Kreatif


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler