Bela Palestina, Hasto Tuding Prabowo Tak Paham Sejarah

Minggu, 25 November 2018 – 08:08 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam Rapat Konsolidasi DPC PDIP Kabupaten Garut, Sabtu (24/11). Foto: Ayatollah Antoni/JPNN

jpnn.com, GARUT - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kembali mengkritik pernyataan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto yang menganggap rencana Australia memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem tak berpengaruh bagi Indonesia. Menurutnya, pernyataan Prabowo itu menunjukkan bahwa ketua umum Gerindra itu tak sejalan dengan cita-cita konstitusi dan kebijakan politik luar negeri RI.

Hasto menyebut pernyataan Prabowo sebagai hal memprihatinkan. "Ini adalah pemimpin yang tidak paham sejarah," katanya saat menghadiri Rapat Konsolidasi DPC PDIP di Garut, Jawa Barat, Sabtu (24/11).

BACA JUGA: Silakan Bikin Bendera Partai Apa Saja, tapi Tetap Pilih PDIP

Hasto mengunjungi Garut dalam rangkaian Safari Politik Kebangsaan II. Ada pula Ketua DPD PDIP Djarot S Hidayat dan Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanuddin yang ikut dalam safari itu. Baca juga: Hasto Curigai Sikap Prabowo Sesungguhnya soal Palestina

Hasto lantas menceritakan sejarah ketika Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung. Menurutnya, konferensi yang menghasilkan Dasasila Bandung itu menjadi tonggak penting bagi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.

BACA JUGA: Spanduk Tukang Ojek Kecam Arogansi Prabowo Muncul di Jakarta

"Berbekal semangat Dasasila Bandung, puluhan negara merdeka karena mereka percaya, sebagaimana Indonesia, bahwa kemerdekaan adalah hak bangsa," kata Hasto.

Bahkan, Bung Karno dengan ketegasannya menolak kontingen Israel dalam Asian Games 1962 di Jakarta. Akibatnya, Indonesia tak bisa mengkuti Olimpiade Tokyo.

BACA JUGA: Kritik Hasto untuk Pendamba Era Soeharto

Karena itu Hasto mempertanyakan sikap Prabowo yang menganggap keputusan Australia untuk memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem tak berpengaruh bagi Indonesia.

"Karena itu sikap Prabowo itu nyata-nyata berbeda dengan sikap PDIP, berbeda dengan apa yang diperjuangkan Bung Karno dan nyata-nyata berbeda dengan apa telah diperjuangkan Presiden Jokowi," ulasnya.

Seperti diberitakan, Prabowo menyinggung soal keputusan Australia memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem. "Saya tidak melihat (pemindahan kedutaan Australia) menjadi masalah untuk Indonesia," kata dia.(jpc/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Politik Luar Negeri Prabowo Ketinggalan Zaman


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler