Belajar di Rumah, Ortu Murid Minta Diskon SPP dari Sekolah

Rabu, 08 April 2020 – 19:41 WIB
Siswa belajar di rumah secara daring. Ilustrasi Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sebulan belajar di rumah membuat pengeluaran orang tua bertambah. Pasalnya, orang tua harus menyiapkan kuota internet bagi anak-anaknya. Orang tua juga harus jadi guru dan pengawas bagi anaknya.

Namun, betapa kagetnya mereka uang SPP tidak dipotong. Banyak sekolah swasta yang tetap memberlakukan SPP utuh. Meski ada juga sekolah yang memberikan diskon 10 persen.

BACA JUGA: 7 Fakta Penerapan Belajar di Rumah yang Perlu Diperhatikan Para Guru

"Anak saya dapat diskon 10 persen dari iuran SPP Rp 900 ribu," ungkap Dian yang anaknya sekolah swasta di Jakarta, Rabu (15/4).

Demikian juga Indri, putrinya mendapatkan diskon SPP 10 persen dari sekolahnya. Selama pandemi Covid-19, dia hanya membayar Rp 630 ribu per bulan.

BACA JUGA: Mas Nadiem, Tolong Bikin Juknis BOS Bisa untuk Kuota Internet

"Alhamdulillah ada potongan 10 persen. Anak saya sekolah di SD Kabupaten Tangerang. Cuma ya itu belajarnya hanya dikasi tugas terus," kata Indri.

Berbeda dengan Hilmi. Sekolah anaknya tidak memberikan diskon SPP. Dia tetap membayar SPP full.

BACA JUGA: Temuan di Surabaya Ini Harus jadi Pelajaran bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Ngeri!

"Enggak ada potongan tetap full. Padahal gurunya cuma kasi tugas melulu, kami yang ajari. Untung ada tayangan Belajar dari Rumah di TVRI, jadi anak saya bisa ikuti biar enggak bosan juga," ujarnya.

Begitu juga sekolah swasta di Kota Tangerang Selatan. Ada sekolah beri diskon tetapi banyak yang tetap minta bayar SPP full.

"Anak saya dua-duanya sekolah di swasta. Tetap bayar SPP full. Malah antar-jemput sekolah tetap bayar katanya untuk bantu sopir. Ya kalau untuk sopir antarjemput enggak apa-apalah. Kasihan juga kan karena mereka gajinya dari orang tua murid," kata Ossy.

Menurut dia, mestinya ada potongan SPP sebagai pengganti biaya kuota siswa. Apalagi anak-anak tidak menggunakan fasilitas sekolah.

"Masa harus bayar full, kan belajar di rumah harus pakai kuota. Kayak anak saya dua. Semuanya butuh internet. Untung saya pakai WiFi," ucapnya.

Sekolah, lanjut perempuan cantik ini, hanya menginformasikan bahwa pembelajaran daring tetap seperti biasa sehingga pembayaran SPP tetap normal.

Sekolah juga menginformasikan, bila para pendidik dan tenaga kependidikan selalu standby melayani kebutuhan siswa.

Sementara Melda mengaku kelimpungan karena harus menyediakan kuota Rp 120 ribu per anak.

Perempuan berhijab ini memilik tiga anak, dua di jenjang menengah. Satunya lagi jenjang SD.

"Bayangkan saja berapa pengeluaran bulanan saya. Saya juga harus standby karena kan work from home. Jadi online terus karena dipantau bos," kata PNS salah satu instansi daerah ini. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler