Belasan Eks Pati TNI Jadi Energi Tambahan PDIP Hadapi 2019

Rabu, 01 Agustus 2018 – 16:36 WIB
Pelatihan Caleg Purnawirawan TNI dan Polri di DPP PDIP, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (1/8). Foto: dokumentasi DPP PDIP for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - PDI Perjuangan menggaet 14 mantan perwira (pati) TNI untuk diusung sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPR di Pemilu 2019. Nantinya para mantan tentara itu tak hanya menggaet suara bagi PDIP, tapi juga bakal mengampanyekan Joko Widodo sebagai calon presiden dari partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Para mantan perwira TNI yang siap berjuang bersama PDIP dan mengampanyekan Jokowi itu ada yang dari matra darat, laut maupun udara. Untuk yang dari matra darat antara lain Mayjen (Purn) Ch. H. Sidabutar, Mayjen (Purn) Sakkan Tampubolon, Mayjen (Purn) Sturman Panjaitan, Mayjen (Purn) Bambang Haryanto dan Brigjen (Purn) Syukran Hambali.

BACA JUGA: Ikhtiar Tina Toon Perjuangkan Keadilan Sosial lewat PDIP

Sedangkan dari matra udara ada Marsda (Purn) Masmun Yan Manggesa, Marsda (Purn) Warsono, Marsda (Purn) Benedictus Widjanarko dan Marsma (Purn) Johanes Urip Utomo. Adapun dari matra laut ada Laksda (Purn) Yuhastihar.

Selain itu ada pula mantan TNI dengan pangkat terakhir kolonel yang bergabung dengan PDIP. Antara lain Kolonel (Purn) Hargo Yuwono, Kolonel (Purn) Agus Zulkarnain, Kolonel (Purn) Sanius Abastari dan Kolonel (Purn) S. Marzuki.

BACA JUGA: Pilih-pilih Partai, Kirana Larasati Akhirnya Sreg ke PDIP

Dalam rangka itu pula PDIP menggelar pembekalan bagi 15 purnawirawan TNI yang menjadi calegnya. Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, masuknya para mantan perwira TNI itu menjadi tambahan kekuatan bagi partainya dalam menghadapi pemilu legislatif ataupun pemilihan presiden tahun depan.

Menurut Hasto, loyalitas dan komitmen mantan tentara itu tak perlu diragukan lagi. “Beliau-beliau ini adalah para patriot bangsa, yang nasionalismenya tidak perlu diragukan dan senafas dengan PDI Perjuangan,” kata Hasto di sela-sela Pelatihan Singkat Caleg Purnawirawan TNI-Polri di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/8).

BACA JUGA: Hasto: Caleg Koalisi Gotong Royong Kampanyekan Jokowi

Hasto menambahkan, bergabungnya para TNI juga menjadi bukti dan pengakuan akan partai nasionalis pemenang Pemilu 2014 itu dalam menjaga Pancasila dan NKRI. Menurut Hasto, kelahiran TNI tak lepas dari keputusan Proklamator RI Bung Karno ketika membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 23 Agustus 1945.

BKR pula yang akhirnya menjadi cikal bakal ABRI yang akhirnya menjadi TNI. “Pembentukan angkatan bersenjata tak lepas dari dialektika pemikiran Bung Karno dalam pidato Indonesia Menggugat pada 1930 bahwa Indonesia akan merdeka ketika Pasifik membara karena Perang Dunia,” tuturnya.

Namun demikian Hasto juga menegaskan bahwa PDIP tetap konsisten mendorong TNI untuk menjaga netralitasnya. Bagi PDIP, kata Hasto, TNI dan Polri merupakan alat negara.

Meski demikian, masuknya eks TNI ataupun Polri tentu menjadi tambahan energi bagi PDIP. “Dengan bergabungnya para purnawirawan TNI dan Polri tersebut maka konfigurasi caleg PDI Perjuangan makin menunjukkan jati dirinya sebagai rumah kebangsaan Indonesia Raya,” pungkasnya.(jpg/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hasto Beber Hasil Pertemuan Jokowi dengan 9 Sekjen Parpol


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler