Belasan Pelaku Cyber Crime Asal Tiongkok dan Taiwan Kembali Ditangkap Di Batam

Jumat, 31 Juli 2015 – 02:41 WIB
Pelaku cyber Crime yang ditangkap Polres Barelang sebelumnya. Foto: Cecep/Batam Pos/JPNN

jpnn.com - BATAMKOTA - Lemahnya pengawasan aktivitas warga negara asing di dalam negeri membuat Batam semakin rawan dengan aktivitas penipuan via online oleh warga negara asing.

Belum lama ini polisi menangkap 58 orang warga negara Taiwan dan Tiongkok lantaran melakukan penipuan via telepon dan online kepada warga Tiongkok dan Taiwan dari Batam. 

BACA JUGA: Awas Penjual Online Abal-Abal, Beraksi Saat COD

Polisi kembali mengungkap kelompok yang berbeda pada Rabu (29/7) sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas kantor Imigrasi kelas I Khusus Batam kembali menciduk 12 WN asal Tiongkok dan Taiwan di Perumahan Duta Mas Blok A 24 nomor 6, Batamcenter. 

Sebanyak 12 WNA itu terdindikasi melanggar izin keimigrasian dan melakukan aktifitas illegal yakni penipuan. Masing-masing delapan warga Tiongkok dan empat warga Taiwan. 

BACA JUGA: Astuti pun Tak Mampu Mengejar Laju Sepeda Motor Perampas Tasnya

Dari lokasi rumah tempat mereka ditangkap, petugas menemukan 43 unit telepon kabel, 36 unit wireless dan beberapa unit HP. Diduga komplotan ini merupakan komplotan 58 WN Tiongkok dan Taiwan yang ditangkap sebelumnya.

Penggerebekan lokasi keberadaan WNA itu langsung dipimpin oleh Kepala Bidang Wasdakim kantor Imigrasi Batam, Rafli. Kepada wartawan Rafli membenarkan penggerebekan itu.

BACA JUGA: Weleh-Weleh, Bisnis "Ayam Kampus" Sekali Boking Rp2 Juta Terbongkar

Belasan WNA yang diamankan itu diduga melakukan kegiatan illegal dan melanggar melanggar UU No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. "Masih kita dalami pemeriksaan, mereka masih kita amankan di kantor imigrasi. Ada 12 orang WNA yang kami amankan," ujar Rafli singkat, Kamis (30/7).

Penggerebekan lokasi keberadaan WNA itu diduga merupakan hasil pengembangan dari kelompok WNA yang digerebek sebelumnya. Komplotan WNA ini menjadikan Batam sebagai lokasi untuk melakukan aktifitas penipuan via telepon dan online. 

Sasaran mereka adalah warga negara Tiongkok dan Taiwan yang memiliki kasus. Ada juga yang menipu sesama warga mereka dengan berpura-pura menawarkan produk. 

"Informasinya mereka menipu warga mereka sendiri, tapi mereka menipunya dari Batam," kata sumber tersebut.

Mengenai kepastian aktifitas penipuan via telepon dan online ini Rafli belum memberikan kepastian karena masih perlu pemeriksaan yang lebih mendalam lagi.

Sementara itu pantauan di rumah mewah lokasi yang diinformasikan sebagai lokasi penampungan 12 WNA itu siang kemarin tampak sepi. Tak ada satu penghuni dalam rumah berlantai dua itu. Pintu gerbang rumah terkunci rapat dari luar dan di dalamnya ada satu unit mobil Avanza dan dua unit sepeda motor.

Petugas keamanan perumahan itu kepada wartawan mengaku tidak mengetahui secara pasti penggerebekan itu. Namun diakui salah satu sekuriti di kawasan perumahan itu memang rumah mewah itu ditempati belasan warga negar asing sudah beberapa pekan belakangan ini. 

"Tapi apa kegiatan mereka kami tak tahu. Mereka ngontrak di sini. Tapi bergantian begitu. Datang dan pergi mereka. Kontraknya pertahun memang. Ada yang ngurusin kontrakan ini tapi itulah kami tak tahu pasti siapa yang ngontrak," ujar pria tersebut.

Menurut pria yang tak mau namanya dikorankan itu, pagi kemarin memang pemilik rumah mewah itu mendatangi lokasi rumahnya itu. Hanya saja tidak ada tanda-tanda aneh apapun sehingga tak dicurigai petugas keamanan di sana. 

"Ya biasalah, mungkin dia datang cek rumahnya. Tapi memang sekarang sudah kosong. Sepi sejak siang tadi tak ada yang masuk," ujarnya lagi.

Mengenai keberadaan tiga unit kendaraan di dalam rumah itu, menurut petugas sekuriti itu, diduga milik WNA yang mengontrak rumah tersebut. "Mobil dan motor itu memang ssering dipakai orang-orang yang ngontrak itu. Tapi tahu juga milik siapa," ujar Sekuriti itu lagi. (eja)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemuda Ini Larikan Anak Dibawah Umur Lantas Digarap Habis, Akhirnya...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler