Beli Alat Pemotong Eceng Gondok Butuh Rp 2,5 M

Senin, 26 Mei 2014 – 05:59 WIB
DIBERSIHKAN: Petugas kebersihan Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara mencoba alat penghancur eceng gondok di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (25/5). (Sahrul Yunizar/Jawa Pos)

jpnn.com - PENJARINGAN – Janji Pemkot Jakarta Utara (Jakut) menangani persoalan eceng gondok tidak main-main. Tahun depan pemerintah setempat berencana mendatangkan lima unit alat penghancur tanaman gulma tersebut. Biayanya cukupwow, yakni sekitar Rp 2,5 miliar.

Pemerintah setempat menjelaskan, meski tidak murah, kemampuan alat tersebut cukup mumpuni. Setiap alat hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk mengangkut enam ton eceng gondok dari kali dan waduk.

BACA JUGA: PDIP DKI Jakarta Siap Menangkan Jokowi-JK

Pejabat teras Pemkot Jakut Minggu (25/5) menyaksikan uji coba alat berjenis river cleaning boat itu di Waduk Pluit, Kelurahan Penjaringan, Penjaringan. Terbukti, tumpukan tumbuhan tersebut mampu dibersihkan dalam waktu singkat. Waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan eceng gondok tersebut berbeda jauh dengan metode manual yang sampai saat ini masih digunakan petugas kebersihan.

Tidak hanya itu, untuk mengoperasikan alat tersebut, Dinas Kebersihan DKI maupun Suku Dinas (Sudin) Kebersihan Jakut hanya perlu menyiapkan tiga orang petugas untuk setiap alat. Satu orang bertugas mengoperasikannya, dua petugas lagi membantu memilah sampah yang berserakan di permukaan waduk. Artinya, untuk mengoperasikan lima alat, pemerintah hanya perlu menyiapkan 15 petugas.

BACA JUGA: Polisi Buru Dua Pegawai Diskotek Stadium

Wali Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono menyatakan, petugas kebersihan di wilayahnya sangat membutuhkan alat tersebut. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat itu tidak menjadi salah satu alasan sterilisasi 13 muara sungai dan beberapa waduk besar di utara Jakarta. Keberadaan tanaman gulma di kali dan waduk tersebut, lanjut dia, berdampak besar terhadap kapasitas kali dan waduk.

Terbukti, saat ini beberapa waduk besar seperti Waduk Rawa Badak, Waduk Sunter, dan Waduk Pluit tidak berfungsi maksimal. Sebab, pertumbuhan eceng gondok tidak terkontrol. Akibatnya, saat hujan turun, tidak jarang air di waduk tersebut meluap dan membanjiri permukiman penduduk. ”Beberapa kali di wilayah itu (Jakarta Utara) juga memerlukan alat (pengangkut eceng gondok) itu,” ungkapnya kepada wartawan.

BACA JUGA: DPRD Depok Batalkan Anggaran Perluasan TPA Cipayung

Sementara itu, untuk merealisasikan target pengadaan alat pengangkut eceng gondok tersebut, Heru telah berbicara dengan beberapa pengusaha dan perusahaan swasta. Dia meminta mereka untuk berpartisipasi melalui dana CSR perusahaan tersebut. ”Saya membicarakannya dengan PT Pelindo II. Selain itu, saya meyampaikannya kepada Dinas Kebersihan DKI,” ucap dia. (syn/co2/ilo)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Halte APTB Terbengkalai karena Bus Jarang Berhenti


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler