Benarkah Minum Kopi Bisa Mengatasi Obesitas?

Rabu, 03 Juli 2019 – 16:20 WIB
Ilustrasi pria minum kopi. Foto: Pixabay

jpnn.com - Kopi bisa membantu menghalau rasa kantuk, menambah energi dan konsentrasi, sekaligus memperbaiki suasana hati. Tak hanya itu, katanya minum kopisecara rutin juga bisa membantu peminumnya mengatasi obesitas. Benarkah demikian?

Menurut sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal “Scientific Reports”, minum secangkir kopi dapat menstimulasi jaringan adipose cokelat atau lemak kecokelatan dalam tubuh, yang terlibat dalam pertahanan tubuh melawan lemak. Para peneliti mengatakan, hal tersebut bisa menjadi kunci mengatasi obesitas dan diabetes.

BACA JUGA: Kerap Minum Kopi, Waspadai Sakit Kepala Akibat Kafein

Lemak ini merupakan bagian penting dari tubuh manusia yang berperan penting dalam seberapa cepat tubuh membakar kalori menjadi energi. Fungsi utamanya adalah untuk menghasilkan panas tubuh dengan membakar kalori (beda dengan lemak putih, yang merupakan hasil dari menyimpan kelebihan kalori).

Orang-orang dengan indeks massa tubuh lebih rendah diketahui memiliki jumlah lemak kecokelatan yang lebih tinggi. Pemimpin studi, Prof. Michael Symonds dari Fakultas Kedokteran Universitas Nottingham, Inggris, mengatakan, lemak cokelat bekerja dengan cara membakar gula dan lemak, sering kali sebagai respons terhadap dingin,” katanya seperti dikutip di Science Daily.

BACA JUGA: Berapa Batas Aman Minum Kopi dalam Sehari?

Aktivitas lemak cokelat yang tinggi akan meningkatkan kontrol gula darah serta meningkatkan kadar lemak darah. Kalori tubuh yang dibakar pun semakin banyak sehingga membantu menurunkan berat badan.

BACA JUGA: Berapa Batas Aman Minum Kopi dalam Sehari?

BACA JUGA: Amankah Minum Kopi Saat Buka Puasa?

Kopi, metabolisme tubuh, dan pembakaran lemak

Para peneliti melihat bahwa kopi bisa merangsang lemak kecokelatan pada manusia karena panas yang diproduksinya. Setelah seseorang minum segelas kopi, lemak kecokelatan pada area leher menjadi lebih panas. Meski begitu, butuh penelitian lanjutan untuk membuktikan apakah memang kafein dalam kopi yang menstimulasi lemak kecokelatan atau kandungan lainnya.

Ada pula studi sebelumnya yang mengungkap kaitan antara kopi dengan berat badan. Bahwasanya, kafein dapat meningkatkan proses metabolisme tubuh sebanyak 3-11 persen. Bahkan, kafein pun terbukti mampu membakar lemak. Pada penderita obesitas, minum kopi dapat membakar lemak hingga 10 persen. Sementara itu, pada mereka yang tidak memiliki masalah berat badan tetapi doyan ngopi, pembakaran lemaknya mencapai 29 persen.

Kepada KlikDokter, dr. Rio Aditya membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kafein sanggup menstimulasi sistem saraf simpatetik, sehingga meningkatkan oksidasi lemak yang berujung pada penghancuran lemak.

“Tak hanya itu, ketika metabolisme tubuh meningkat, otomatis proses termogenesis akan terjadi. Proses tersebut akhirnya membuat suhu tubuh meningkat, sehingga jumlah kalori yang terbakar juga lebih banyak,” pungkasnya.

Kopi yang dimaksud adalah kopi hitam tanpa tambahan ekstra

Minum kopi memang dikatakan menyehatkan, tetapi yang dimaksud adalah kopi hitam tanpa embel-embel seperti gula, krim, kental manis, cokelat, whipped cream, dan lain-lain.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, segelas kopi dengan seluruh tambahannya bisa mengandung 570 kalori per gelasnya.

“Jumlah tersebut bahkan bisa lebih tinggi kalorinya ketimbang porsi makan pagi Anda!,” katanya.

Agar mendapatkan manfaat kopi yang optimal, cobalah ganti kebiasaan minum kopi tanpa berbagai tambahan.

Selain itu, konsumsi kopi juga harus dibatasi. Jika tidak, ini kafeinnya dapat mengganggu pola tidur Anda. Padahal, pola tidur yang cukup juga berperan penting dalam menurunkan berat badan.

Menurut European Food Safety Authority, batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa tanpa riwayat penyakit tertentu adalah 400 mg per hari (setara dengan 4 cangkir kopi). Batasan ini berlaku untuk orang dewasa dengan berat badan cenderung normal.

Untuk orang-orang dengan berat badan berlebih, standar di atas bisa dijadikan panduan, atau baiknya berkonsultasi dengan dokter. Jika berat badan tergolong kurang, maka jumlah kafein yang bisa Anda konsumsi kurang dari itu. Sedangkan untuk wanita hamil, sebaiknya Anda tidak mengonsumsinya melebihi 2 cangkir per hari.

Dari dulu kopi memang dikatakan punya potensi dalam menurunkan berat badan. Bahkan, menurut studi baru kopi mungkin memiliki peran krusial dalam mengatasi obesitas. Supaya hasilnya optimal, dukung dengan pola hidup sehat dengan pengaturan pola makan yang bergizi seimbang, tidur cukup, olahraga teratur, serta mampu jauh-jauh dari stres.(RN/ RVS/klikdokter)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Obesitas Mempercepat Pubertas pada anak laki-laki


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler