Benarkah Rokok Elektrik Penyebab Gangguan Pertahanan Gusi? Begini Kata Akademisi Unpad

Rabu, 07 Desember 2022 – 03:34 WIB
Ilustrasi rokok elektrik. Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Produk tembakau alternatif, rokok elektrik atau vape terbukti memperlihatkan fungsi pertahanan gusi yang normal terhadap bakteri plak gigi dibandingkan pada perokok yang tidak beralih.

Hal tersebut berdasarkan hasil kajian klinis dengan judul “Respon Gusi Pada Pengguna Vape Saat Mengalami Peradangan Gusi Buatan (Gingivitas Experimental),” yang dilakukan oleh akademisi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Bandung, yakni Amaliya, Agus Susanto, dan Jimmy Gunawan.

BACA JUGA: Pasuruan Terus Optimalkan Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau

Amaliya, anggota tim peneliti, menjelaskan penelitian ini melibatkan 15 responden berusia 18-55 tahun, yang dibagi ke dalam tiga kelompok dengan distribusi gender tidak merata.

Kelompok pertama adalah perokok dengan masa konsumsi rokok minimal satu tahun.

BACA JUGA: Begini Kesiapan PT Pos Indonesia Jelang Libur Nataru

Kelompok kedua adalah pengguna vape yang telah beralih dari rokok dengan masa penggunaan vape minimal satu tahun.

Adapun kelompok terakhir adalah non-perokok atau bukan pengguna produk tembakau yang dijadikan sebagai acuan hasil penelitian.

BACA JUGA: Produk Tembakau Alternatif Bisa Kurangi Risiko Kesehatan

“Hasil penelitian ini membuktikan pengguna vape yang telah beralih dari merokok menunjukkan perbaikan kualitas gusi yang dibuktikan dengan fungsi pertahanan gusi yang sama seperti yang dialami non-perokok. Artinya, (setelah beralih) kondisi pertahanan gusinya kembali normal,” kata Amaliya, Selasa (6/12).

Peradangan gusi merupakan mekanisme pertahanan dalam merespons plak bakteri yang menempel di permukaan gigi.

Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan menunjukan bahwa pertahanan gusi pengguna vape hampir menyerupai kondisi gusi pada bukan perokok dan nikotin juga tidak terbukti sebagai penyebab utama penyempitan pembuluh darah pada gusi.

Nikotin, kata Amaliya, selama ini dianggap sebagai penyebab gangguan pertahanan gusi yang ditandai dengan penyempitan pembuluh darah.

Namun, penelitian ini menunjukkan pengguna vape dengan cairan e-liquid yang mengandung nikotin tidak memperlihatkan gangguan pertahanan gusi.

“Berarti, ada kandungan lain dari rokok, selain nikotin, yang menyebabkan peradangan itu tidak terlihat. Jadi perlu ada penelitian lebih lanjut,” tegas Amaliya.

Dengan temuan ini, Amaliya berharap semakin banyak riset ilmiah dari dalam negeri yang meneliti profil risiko dari vape dan produk tembakau alternatif lainnya secara komprehensif.

“Memang masih sangat terbatas, penelitian produk tembakau alternatif di Indonesia. Saya berharap pemerintah atau institusi yang berwenang mendukung penelitian dan kajian lebih lanjut dari produk alternatif tembakau ini agar menjadi jelas dampak pengunaannya,” terangnya.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler