Bendahara OC: Susunan Panitia Munas Tidak Menguntungkan Airlangga

Minggu, 24 November 2019 – 21:01 WIB
Ilustrasi Partai Golkar. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Bendahara OC Munas Golkar Sari Yulianti membantah rumor bahwa susunan panitia munas menguntungkan pihak tertentu. Dia menegaskan pembentukan panita sangat akomodatif.

“Semua penunjukkannya sudah melalui beberapa rapat pleno DPP Partai Golkar, ada tahapan yang dilalui dan semuanya sudah sesuai aturan yang ada di partai. Anggota panitia sudah dibentuk dengan merata dari semua kelompok yang ada,” ungkap Sari.

BACA JUGA: Dewan Pembina Dukung Musyawarah Mufakat di Munas Golkar

Dia juga menyatakan tidak ada pendekatan tertentu dalam memilih anggota panitia munas atau pemilihan. “Mulai dari pemilihan ketua steering committee seperti Pak Ibnu Munzir hingga penunjukkan ketua Panitia Penyelenggara Munas Pak Markus Mekeng, semua dilakukan dalam rapat pleno,” kata Sari.

Bahkan, lanjut dia, nama-nama tersebut diusulkan oleh orang-orang yang selama ini dikenal berseberangan dengan Ketua Umum Airlangga Hartarto. Karena itu, tidak masuk akal jika panitia Munas dianggap berpihak ke Airlangga Hartarto.

BACA JUGA: Golkar Dinilai Akan Lebih Maju Jika Ketum Tak Rangkap Jabatan

Sari Yuliati juga membantah rumor bahwa tak ada penyampaian misi dan visi calon ketua umum kepada para anggota atau pemilik suara.

“Itu tidak benar sama sekali. Semua ada tahapan dan jadwalnya sendiri. Apalagi selama ini bakal calon yang ingin maju juga belum muncul semuanya. Selama ini yang sudah muncul hanya Pak Airlangga Hartarto sebagai ketua umum dan Pak Bambang Soesatyo,” ujar politikus perempuan asal NTB itu.

BACA JUGA: Ingat Ya, di Rapimnas Golkar Mayoritas DPD Provinsi Dukung Airlangga Hartarto

“Saya dengar juga ada Agun Gunanjar yang ingin maju dan begitu pula dengan Pak Indra Bambang Utoyo,” tambah Sri Yuliati.

Sari Yuliati kembali menegaskan, Airlangga tidak menggunakan kekuasaannya untuk berlaku semena-mena di Munas nanti. Sebagai ketua umum, Airlangga sudah sangat akomodatif dalam menjaring aspirasi dari berbagai kelompok di Golkar. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler